logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 3 Maret 2004 Jawa Tengah - Muria  
Line

Korban Tanah Retak di Terban Segera Dituntaskan

KUDUS- Korban tanah retak di Dukuh Krangitan, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, harus segera diatasi. Pemerintah Kabupaten Kudus diminta memprioritaskan mereka karena makin lama realisasinya rakyat kian menderita.

Hal itu diungkapkan Gubernur Jawa Tengah, H Mardiyanto, dalam silaturahmi dengan bupati dan wali kota lintas wilayah I, Senin (1/3). Acara tersebut diikuti sembilan bupati dan dua wali kota dalam koordinasi lintas wilayah I.

Berbagai persoalan yang diangkat dalam rapat koordinasi itu segera ditanggapi Gubernur yang langsung memberi pengarahan dan solusi. Bupati Kudus, HM Tamzil, mengangkat persoalan sekitar pemilihan umum (pemilu) 2004. Misalnya, ijazah palsu calon legislatif, pengamanan pemilu, dan belum semua dana pemilu turun.

Gubernur Mardiyanto juga menyoroti persoalan korban tanah retak di Dukuh Krangitan karena menyangkut persoalan kemanusiaan. Ada alokasi dana dari APBD Rp 22 miliar dalam tahun anggaran 2003 untuk membangun kembali sarana dan prasarana yang rusak akibat musibah itu.

HM Tamzil dalam pemaparan singkat menyatakan siap merelokasi 117 KK korban tanah retak. "Segala sarana dan prasarana telah kami siapkan," kata dia.

Tamzil mengemukakan penyelesaian kasus tanah retak di Desa Terban lama karena ada musibah susulan yang membuat warga dukuh itu ketakutan. Pemkab mengklarifikasi hal itu bukan gempa, melainkan tanah uruk di lokasi kejadian masih labil. (ton-34g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA