
| Rabu, 3 Maret 2004 | Jawa Tengah - Pantura |
Panjang Kedua Pier Diminta DisejajarkanBATANG-Para nelayan meminta pemerintah pusat dan Kabupaten Batang segera menambah panjang kedua tanggul penahan gelombang (pier-Red). Itu untuk mengurangi percepatan pendangkalan dan mempermudah kapal masuk ke Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Klidanglor. Selama ini panjang tanggul barat dan timur berbeda. Akibatnya, kapal yang hendak memasuki alur untuk merapat di dermaga PPI Klidanglor harus ekstrahati-hati. ''Tanggul itu di Pelabuhan Batang buntung sebelah, tidak sama. Di timur dengan mercu suar merah dari pantai sekitar 500 m, sedangkan di barat (hijau) 350 m,'' ucap Tarmudi (35), juru mudi kapal jenis semipurseseine. Hal itu menyulitkan nelayan, khususnya awak kapal besar, saat hendak masuk. Karena, juru mudi harus benar-benar memperhitungkan pusaran gelombang di muara. Kapal yang datang dari timur dan hendak masuk ke dermaga harus ke barat dulu. Selanjutnya baru masuk alur untuk merapat di pelabuhan. Lengah sedikit, kapal oleng tersapu gelombang. ''Sekarang kalau akan masuk pelabuhan harus hati-hati, terutama saat di mulut jongor (muara-Red) kalau tidak pas, malah bisa terbalik.'' Hal senada dikatakan Muali (40), nelayan yang melaut dengan kapal kecil jenis cantrang. Saat paling sulit justru saat hendak keluar untuk melaut dan kembali. ''Permasalahannya, pier ini masih buntung. Untuk masuk kami harus hati-hati agar tidak digulung pusaran ombak di muara.'' Nelayan berharap panjang tanggul itu segera diseragamkan untuk mendukung kelancaran aktivitas mereka. Di samping itu untuk mengurangi sedimentasi yang setiap tahun selalu terjadi. ''Kalau pier sudah sejajar tentu pendangkalan akan berkurang. Di samping juga memudahkan kapal masuk. Syukur-syukur keduanya dipanjangkan sampai sekitar 1.000 m. Itu lebih memuaskan kami,'' ujar Sunardi, seorang juru mudi. Prospek Cerah Kepala Pelabuhan Kapten Aluwi, kemarin, menyatakan memang ada keluhan dari nelayan. Dia pun sudah berkali-kali mengajukan permintaan ke pemerintah pusat. ''Kami sudah mengsulkan pier disejajarkan. Yang timur (merah) saya usulkan ditambah 50 m menjadi 550 m. Yang barat (hijau) dari 350 m bertambah 200 m sehingga kedua-duanya sama panjang.'' Sebenarnya Pelabuhan Batang memiliki prospek cerah untuk dikembangkan. Yaitu, menjadi pelabuhan niaga karena berstatus pelabuhan bebas. Sudah banyak investor melirik untuk menjadikan Pelabuhan Batang sebagai pelabuhan bongkar. Sekarang kapal seberat 100 gross ton sampai 150 gross ton bisa merapat ke dermaga. ''Sebentar lagi mungkin kapal penarik batu bara masuk. Ini akan menjadi sejarah pelabuhan niaga. '' Sementara itu Kepala Bappeda Sutadi SH MM menyatakan Pemerintah Kabupaten Batang sudah mengajukan proposal pembangunan tanggul itu. ''Bupati sudah mengajukan permohonan perpanjangan tanggul penahan gelombang ke pusat. Mudah-mudahan tahun ini turun," kata dia.(ar-14g) |