logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 3 Maret 2004 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Siswa Sekolah Dikerahkan Berantas Sarang Nyamuk

KAJEN- Untuk mengantisipasi menjalarnya penyakit demam berdarah (DB) di Kabupaten Pekalongan, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat akan mengerahkan siswa sekolah untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Kepala Dinkes Kabupaten Pekalongan dr H Sutanto Setiabudi MKes, kemarin mengatakan, pihaknya akan menggelar rapat khusus untuk mengagendakan gerakan PSN massal tersebut.

Semua siswa baik SD, SMP, dan SMA serta madrasah di serukan untuk bersama-sama menggelar PSN.

''Para siswa akan kami anjurkan membawa jentik nyamuk dari rumah. Jika ada dari mereka yang membawa jentik itu, kami akan melakukan PSN di sana,'' tandasnya.

PSN, menurut dia, adalah satu-satunya solusi untuk mengatasi menjalarnya penyakit mematikan yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti itu.

Sebab jika penyemprotan hanya di daerah yang terkena kasus, seminggu kemudian nyamuk muncul lagi.

''PSN bisa dilakukan dengan melakukan gerakan tiga M yaitu menguras bak mandi, menutup sarang nyamuk, dan mengubur barang-barang yang bisa menjadi sarang nyamuk,'' paparnya.

Meski serangan DB di Pekalongan tidak sehebat di daerah lain, Dinkes tetap akan melakukan langkah serius agar DB tak meluas. Sejauh ini kasus DB kebanyakan terjadi di Kedungwuni, Bojong, Tirto, dan Buaran.

Langsung Semprot

Selain melakukan gerakan PSN massal, dia menuturkan, Dinkes akan langsung menyemprot di daerah yang terkena kasus untuk meredam kekhawatiran masyarakat.

Selama kasus DB merebak kembali, Dinkes Kabupaten Pekalongan sudah menyemprot di Desa Kadipaten (Wiradesa), Sidareja (Tirto), Kedungwuni, Pekadjangan, Wonopringgo, dan Bojong.

Meski Dinkes siap menyemprot, langkah yang paling efektif adalah melaui PSN. Karena itu dia minta kepada masyarakat untuk ikut dalam gerakan PSN massal tersebut.

Seperti yang diberitakan Suara Merdeka (2/2), dua pekan terakhir jumlah penderita DB di Kota Santri kembali meningkat. Di RSI Pekadjangan masih ada 23 pasien yang hingga kini dirawat karena terkena DB.

Direktur RSI Pekadjangan dr H Chamim Yuniarno MMR kepada Suara Merdeka mengatakan, rumah sakit yang dia pimpin sering mendapatkan pasien DB dan siap melayani semaksimal mungkin.(G16-14s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA