| INDEKS BERITA HARI INI | Selasa, 2 Maret 2004 |
|
TAJUK RENCANA : Kapankah Investasi Mengalir Lagi? - Begitulah pertanyaan yang sering terlontar: kapan investasi bisa mengalir lagi?. Sekarang bukanlah berhenti sama sekali tetapi jelas agak seret. Kalaupun angka persetujuan investasi baru meningkat namun realisasinya jauh dari itu. Karena itu jangan heran, jika laju pertumbuhan ekonomi secara nasional belum bisa melebihi 4%. |
TAJUK RENCANA : Soal Kalah - Menang Kaum Reformis Iran - Penghitungan suara pemilu Iran belum tuntas. Tetapi, hasil-hasil sementara menunjukkan kaum garis keras dan konservatif telah memenangi 160 dari 290 kursi Majelis (parlemen). Kelompok reformis hanya meraih kurang dari 45 kursi. |
|
|
KARANGAN KHAS : NU, PKB, dan Pemilu 2004 Oleh: FS Swantoro ORGANISASI sosial keagamaan terbesar di Tanah Air adalah Nahdlatul Ulama (NU). Biarpun secara normal NU merupakan organisasi modern, komposisi kepengurusannya mencerminkan perwakilan subkultur pesantren. Biasanya, kiai yang dianggap terkenal punya khadam yang duduk dalam kepengurusan organisasi keagamaan ini. |
KARANGAN KHAS : Penegakan Keadilan Substantif di MA Oleh: Naswar Teguh DI balik kontroversi putusan kasasi MA yang membebaskan Akbar Tandjung, nama Arniruddin Zakaria seolah-olah tenggelam oleh "karisma" Akbar Tandjung, Ketua DPR sekaligus ketua partai paling berpengaruh saat ini, Partai Golkar. Ia memilih mengundurkan diri sebagai hakim ketika MA memutuskan menerima kasasi Akbar Tandjung. |
|
SURAT PEMBACABangsa BesarSaya tidak tahu apakah PM Jepang Mr Koizumi pernah membaca buku-buku Bung Karno, mengenal atau mendengar nama Bung Karno pada waktu usia mudanya, juga mendengar pidato-pidatonya. Soalnya PM Koizumi mengambil risiko didemo, dicerca dan dikritik oleh sebagian masyarakat Jepang. Mereka yang mencerca adalah antimiliteris agresi Jepang di perang Asia Pasifik 1942-1945, yang berarti tidak menyetujui para perajurit Jepang yang tewas dalam peperangan dihormati, lebih-lebih dipuja. Dalam masa jabatannya dia telah 3 kali mengunjungi Yasukuni Jinza. |
||