logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 2 Maret 2004 Sala  
Line

Tingalan Wiyosan Jumenengan Ke-14

Letusan Senjata Api Iringi Tarian Sakral

MANGKUNEGARAN- Pistol Colt 38, senjata standar Polri itu meletus beriringan dor dor ... dari tangan dua polwan anggota Polresta Surakarta, Bripda Umi Mikesari dan Bripda Nurwati. Ada beberapa tamu dan wartawan peliput acara itu kontan terperanjat, tetapi KGPAA Mangkunagoro IX langsung menutup esem atau senyumnya.

Benar saja, Pengageng Pura yang akrab disapa Gusti Mangku itu hanya bisa mesem melihat ada tamunya terkejut mendengar letusan pistol. Sebab, saat tarian yang diperagakan sembilan anggota Sanggar Tari Surya Sumirat asuhan GPH Herwasto Kusumo dalam beberapa kali latihan sebelumnya, disaksikannya sendiri termasuk saat meletuskan pistol secara salvo.

Namun, kejadian suara yang mengejutkan di Pendapa Agung Pura Mangkunegaran pagi kemarin bukanlah sedang terjadi insiden penembakan dengan sasaran atau pistol yang kelepasan peluru. Akan tetapi, dua pistol yang sejak awal disengkelit dua polwan itu sengaja ditembakkan ke atas sebagai salah satu instrumen pendukung sajian tarian sakral yang disusun saat KGPAA Mangkunagoro IX naik takhta 14 tahun silam.

Memang kurang beruntung bagi hadirin, termasuk wartawan tulis dan fotografer serta kamerawan TV yang meliput jalannya ulang tahun takhta Gusti Mangku pagi itu. Sebab, selain terperanjat ada pula wartawan dan juru foto kontan berlindung di balik saka guru. Bahkan seorang kamerawan sebuah stasiun TV swasta berusaha merunduk dan berakibat rekaman kamera di tangannya tentu menjadi kacau.

Itulah pemandangan yang langka terjadi tetapi menggelikan sekaligus mengejutkan bagi orang yang lama tidak hadir dalam hajad dalem di Pura Mangkunegaran. Padahal, penyajian tari Bedaya Surya Sumirat dan beberapa bedaya khas Pura lainnya selalu dengan letusan senjata api atau pistol.

"Ya memang baru dua kali ini, ada bantuan dari Polri untuk mengiringi tarian itu dengan tembakan salvo. Karena jelas beres. Letusannya terdengar dan kecil kemungkinannya macet," tutur GPH Herwasto Kusumo, koreografer tari yang adik kandung Gusti Mangku itu.

Soal respons gerak terkejut dan menyeringai para wartawan, juru foto, dan juru kamera, di antara mereka menyatakan karena pistol kuno buatan Prancis yang digenggam sembilan penari itu semua terarah ke tamu undangan dan tempat para wartawan mengambil gambar. Lantai tempat sajian tari yang berformasi lingkaran itu, dikelilingi kursi para undangan, keluarga Gusti Mangku, dan penabuh gamelan pengiring tari.

Pada upacara ulang tahun takhta kali ini, Gusti Mangku tidak memberi sambutan serta tidak menyelenggarakan wisuda kerabat.

Upacara berakhir dalam waktu 47 menit dan ditutup dengan ucapan selamat dari hadirin antara lain dari Asisten I Sekda Jateng Ir Suwito, Wakil Bupati Karanganyar Drs Sri Sadoyo Hardjomiguno. Para pejabat Muspida Solo. (won-80j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA