logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 2 Maret 2004 Sala  
Line

Komitmen Wali Kota Dipertanyakan

KOTA- Pentas Seni Pemilu Damai OSIS SMA se-Surakarta yang rencananya digelar Selasa (2/3) ini di pintu utara Stadion Manahan, dibatalkan secara mendadak sehari sebelumnya. Pasalnya, panitia tak diizinkan menjual tiket pada siswa-siswa yang bakal menyaksikan.

"Pentas itu terpaksa tak bisa digelar, karena kami tak memiliki cukup dana untuk menyelenggarakan. Kami ingin mempertanyakan pada Wali Kota Surakarta H Slamet Suryanto yang dulu berjanji mengetukkan pintu instansi dan dermawan Solo untuk berpartisipasi," kata Ketua Pelaksana Agifta Guntur Nugroho, kemarin.

Dia menuturkan, acara yang merupakan kerja sama OSIS SMA se-Surakarta tersebut, semula tiket akan dijual kepada siswa yang menyaksikan seharga Rp 2.000 per orang. Namun saat audiensi dengan Wali Kota di rumah dinas Loji Gandrung beberapa waktu lalu, panitia disarankan tidak menarik tiket masuk.

Mereka disarankan mencari donatur pada instansi terkait dan Wali Kota yang akan membukakan jalan. Selain itu, orang nomor satu di Pemkot Surakarta tersebut memberikan bantuan dana Rp 5 juta, untuk acara yang semula akan dilangsungkan tiga hari berturut-turut selepas jam sekolah itu.

Dana sudah diberikan, dan panitia mulai bergerak mencari tambahan dari sumber lain.

Namun, kata dia, instansi yang dihubungi untuk dimintai peran serta tidak terlebih dulu dihubungi Wali Kota sehingga mereka sama sekali tak memberikan bantuan. Hanya dua instansi yang mengucurkan bantuan Rp 115.000. Mengetahui hal itu, panitia mencoba menghubungi Wali Kota untuk meminta kepastian. Jika dia tidak memenuhi janji, panitia akan menempuh cara lain. Berkali-kali berusaha mengontak Wali Kota, mereka tak pernah berhasil sementara waktu penyelenggaraan kian dekat.

"Padahal untuk pentas itu diperkirakan menelan dana Rp 50 juta. Yang terkumpul di kami hanya Rp 5 juta dari Pak Wali dan sumbangan Rp 115.000. Kami ingin kejelasan supaya bisa mengambil langkah. Kalau diombang-ambing seperti ini namanya tidak bertanggung jawab," kata dia.

Dengan dibatalkan pentas musik tersebut, panitia harus kehilangan sejumlah uang yang telah mereka bayarkan sebagai tanda jadi atau persekot untuk sound system ataupun panggung. Namun yang lebih memalukan, mereka terpaksa menyampaikan pembatalan pada seluruh pihak yang sebelumnya telah menerima selebaran.

"Kalau dulu kami boleh memungut tiket, bisa untung paling tidak acara tidak akan batal. Prediksi kami, sekitar 10.000 penonton yang hadir atau 30.000 untuk tiga hari. Jumlah itu kalau dikalikan Rp 2.000, sudah mencukupi," katanya.

Sampai berita ini diturunkan, Wali Kota H Slamet Suryanto belum bisa dihubungi. Menurut informasi, dia berada di luar kota.

Sementara Kepala Badan Informasi dan Komunikasi Heru Haryanto SH menyatakan hal itu kesalahpahaman saja. Panitia seharusnya mencantumkan dalam surat permohonan partisipasi bahwa telah ada tembusan pada Wali Kota. Dengan demikian, instansi yang dimintai dana akan mengecek ke Wali Kota ataupun stafnya.

"Wali Kota kan sibuk dan banyak urusan. Jadi, kalau harus mengingat-ingat hal-hal kecil seperti itu mungkin lupa," kata dia.

Keterbatasan dana, ujar dia, seharusnya juga tidak jadi masalah mengingat banyak alternatif yang dilakukan misalnya dengan menggandeng sponsor. (G18-80s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA