
| Selasa, 2 Maret 2004 | Sala |
Doa Bersama agar Indonesia Tetap UtuhDALAM pemahaman masyarakat religius, yang senantiasa memiliki sandaran vertikal pada Tuhan, doa dapat mengubah segalanya. Karena itu tidaklah berlebihan, ketika ada sinyalemen usaha adu domba untuk mengacaukan Pemilu 2004, masyarakat beragama Wonogiri menggelar ritual akbar doa bersama, Sabtu malam lalu. Menurut Bupati H Begug Poernomosidi SH, ada orang-orang yang tidak suka berusaha mengadu domba antarumat beragama dan antarmassa partai politik, untuk mengacaukan pemilu. Karena itu sebagai insan yang ber-Tuhan, wajar berdoa dan memohon perlindungan-Nya agar diberikan keselamatan, ketenteraman, kedamaian, kekuatan, dan kemudahan. Serta terjauhkan dari halangan, baik godaan maupun cobaan. ''Agar kita semua dapat hidup ayem tentrem, kalis nirbaya nirsambikala (damai tenteram, terhindarkan dari marabahaya, dan segala halangan). Lebih dari itu, kita juga wajib berdoa agar Indonesia tetap utuh dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Juga agar cepat terentaskan dari cobaan krisis, terhindarkan dari wabah flu burung, dan demam berdarah,'' tegas Bupati. Doa bersama itu menjadi cerminan sikap dan perilaku masyarakat religius. Mereka sangat menyadari keberadaannya pada sisi yang serba lemah. Sebab sumber kekuasaan hakikatnya berada pada Tuhan yang maha segalanya. Secara lahiriah, pihak kepolisian sebagai inti kekuatan pengamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sejak dini telah menyiapkan strategi pengamanan Pemilu 2004. Termasuk melatih satuan khusus pengendalian massa (dalmas), yang dipersiapkan secara taktis manakala sewaktu-waktu muncul gangguan. ''Di sisi lain, kita juga menggelar doa bersama yang diikuti sekitar 4.000 umat dari berbagai agama. Semua itu adalah usaha agar Pemilu 2004 berjalan aman, tertib, lancar, dan sukses,'' kata Kapolres AKBP Drs Subandi. Dia menuturkan, doa bersama tersebut memberikan arti penting bagi Wonogiri. Doa bersama bagi umat Islam dipusatkan di halaman Masjid Besar Taqwa, kemudian dirangkai dengan pengajian akbar oleh AKP KH Imam Sabarno, mubalig kondang dari Yogyakarta. Untuk komunitas umat Hindu dan Buddha, doa bersama dilakukan di gedung Lembaga Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (LPKK) dan ruang pertemuan Kantor Pusat Data Elektronik (PDE). Untuk umat Katolik dan Kristen mengambil tempat sembahyangan di ruang Sukses dan ruang data Pemkab. Kepala Depag Drs H Rasyidi Masyhur MSi menyatakan, Pemilu 2004 bertujuan untuk memilih calon pemimpin yang mampu membawa dan mengantarkan bangsa Indonesia menjadi lebih baik, maju, sejahtera, dan lebih makmur serta adil. Hadir pada acara tersebut segenap Muspida, para alim ulama, kiai-kiai, ustad, pemimpin pondok pesantren, pendeta, dan romo pastor serta pimpinan komunitas persekutuan doa sembahyangan dari berbagai agama. (Bambang Pur-49s) |