
| Selasa, 2 Maret 2004 | Sala |
Korban Demam Berdarah Bertambah SeorangKARANGANYAR- Korban keganasan penyakit demam berdarah (DB) di Karanganyar bertambah satu lagi. Setelah Ikhwan Dwi Nurcahyo (9), warga Karangmojo, Tasikmadu, meninggal dunia dua bulan lalu, kini giliran salah seorang anak TNI AL (Marinir-Red) yang tinggal di Colomadu meninggal pekan lalu. Kematian anak itu, menurut Kasubdin Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Karanganyar (DKK) Drs Fatkul Munir, karena keterlambatan orang tua dalam memeriksakan sang anak. ''Ketika di Jakarta orang tua anak itu sudah mengetahui kalau anaknya sakit dan sempat dirawat di rumah sakit setempat. Namun ketika tiba di Colomadu, Karanganyar, anak tersebut tidak lekas dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan intensif,'' kata Munir ketika ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (28/2) lalu. Tiga Tim Sementara itu untuk menanggulangi peningkatan kasus DB, DKK melakukan kegiatan pergerakan masyarakat guna pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Kegiatan yang dilakukan tiga tim tersebut akan memberikan penyuluhan dengan mobil keliling, penempelan poster, pembagian leaflet, dan abatisasi selektif. Kegiatan dilakukan di tempat-tempat umum, sarana pendidikan, dan tempat-tempat ibadah. Wilayah yang menjadi sasaran kegiatan itu di 24 desa yang ada di delapan kecamatan. Kecamatan yang dinilai rawan dengan serangan penyakit DB tersebut adalah Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar Kota, Jumapolo, Jaten, Colomadu, Mojogedang, Tasikmadu, dan Kebakkramat. Kegiatan itu dilakukan mulai 28 Februari lalu hingga 6 Maret. Kepala DKK dr Ninik Sri Hartati MSc menyebutkan, dalam 20 tahun terakhir ini DB di Karanganyar pada 2004 mengalami kecenderungan naik. Dalam kurun waktu dua bulan saja, Januari hingga Februari tercatat 65 penderita DB, dengan satu orang meninggal dunia. Pada 1988 terjadi kejadian luar biasa (KLB), sebab terdapat 550 penderita dengan 19 orang meninggal. Pada 1996 terdapat 210 penderita dengan 10 korban meninggal. Tahun lalu hanya 80 penderita dan tak ada korban jiwa.(G8-14s) |