
| Selasa, 2 Maret 2004 | Sala |
Teras''Apa pun Partaimu Kau Tetap Saudaraku''JADWAL pelaksanaan kampanye pemilu tinggal beberapa hari lagi. Berbagai persiapan telah dilakukan parpol. Para pemimpin parpol juga sibuk menyusun strategi untuk meraih simpatik massa. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) yang tergolong baru terus melakukan berbagai persiapan menyambut pesta demokrasi itu. Strategi apa yang akan dijual kepada rakyat dan kadernya, berikut petikan wawancara Suara Merdeka dengan Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Boyolali, Widodo. Sejauh mana persiapan Anda dalam menghadapi kampanye pemilu? Kami merapatkan barisan pengurus dan kader di tingkat kabupaten, kecamatan, desa, serta tingkat yang paling bawah. PKPI adalah partai kader yang berbasis massa. Dengan demikian kami akan menggarap semua elemen masyarakat. Apakah dalam kampanye akan dilakukan pengumpulan massa di lapangan? Sudah tentu akan mengerahkan massa. Walau penggerahan massa hanya satu kali, kami akan mencoba memperlihatkan kepada publik bahwa PKPI sanggup menggerakkan massa. Sebagian rakyat jenuh terhadap partai besar. Karena itu, kami berkeyakinan mereka akan berpaling kepada PKPI yang berbasiskan massa. Anda punya strategi dalam meraih dukungan massa? Sudah tentu punya, tetapi tidak semuanya disebarluaskan kepada publik. Yang pasti punya konsep yang akan kami tanamkan dan sosialisaikan kepada kader Apa konsep itu? Satu kasur, satu siwur, satu sindur, satu wur dan satu tandur. Satu kasur artinya meyakinkan kepada istri agar memberikan dukungan. Satu siwur meyakinkan kepada pihak keluarga agar tidak kendur dalam memberikan dukungan. Satu sindur artinya kerabat dan famili diminta selalu memberikan motivasi. Satu wur berarti teman perjuangan agar tiada henti-hentinya memberikan motivasi. Adapun satu tandur, kita sama-sama makan nasi, sehingga harus selalu bergandengan tangan dan berjuang bersama-sama. Konsep ini terus ditanamkan, sehingga ada kebersamaan. Bagaimana hubungan PKPI dengan partai lain? Kami senantiasa menjalin hubungan baik dan menghormati, kendati ada yang memusuhi. Kami tetap menganggap partai lain sebagai saudara. Karena itu, memasuki kampanye pemilu akan dibentangkan puluhan spanduk yang bertulisan ''Apa pun Partai Anda, Kau Tetap Saudaraku '' Tampaknya kok hanya teori. Komentar Anda? Ya, buktikan saja di lapangan. Kami tetap menganggap kader partai lain sebagai saudara. Karena itu, kami menghindari kekerasan, lebih mengutamakan kekeluargaan. (Suti Harjoyo-49k) |