logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 2 Maret 2004 Sala  
Line

Melanggar Aturan, Stiker PBB Dilepas

SUKOHARJO- Panwas Pemilu bersikap tegas. Bersama instansi terkait, mereka membersihkan ratusan stiker Partai Bulan Bintang (PBB) yang terpasang di pinggir jalan.

Ketua Panwas Drs Toni Harsan mengatakan, sikap tegas diambil karena DPC PBB tidak menaati aturan. Sebelunya Panwas telah memperingatkan, pemasangan stiker di tempat umum tidak dibenarkan.

Pihaknya mendesak PBB untuk segera melepas semua stiker yang terpasang. Desakan juga dilakukan melalui surat tertulis No A.42/Panwaslu/SKH/II/2004 tertanggal 28 Februari 2004 perihal penertiban alat peraga kampanye.

''Namun, karena membandel kami terpaksa mengambil sikap tegas. Pembersihan stiker juga melibatkan Satpol PP dan Polres,'' ujarnya.

Menurut Tony, surat teguran mengacu UU No 12/2003 dan SK KPU No 07 Tahun 2004 tentang Petunjuk Kampanye. Dalam surat tersebut pihaknya menegaskan, sebelum tanggal 11 Maret dilarang memasang alat peraga kampanye, kecuali di tempat yang telah ditentukan oleh KPU, Panwas Pemilu, dan Pemkab.

PBB harus melepas semua stiker yang telah dipasang dalam waktu 1 x 24 jam. ''Dalam pertemuan di Mapolres, DPC PBB juga telah mengakui kesalahan dan berjanji tidak mengulangi,'' tuturnya.

Terkait dengan tudingan Panwas bersikap tidak adil, Toni membantah. Dijelaskannya, semua parpol mendapat hak yang sama. Bila melanggar aturan, pihaknya akan menegur, baik lisan maupun tertulis. Langkah tersebut diharapkan bisa menciptakan kondisi nyaman menjelang kampanye.

Terbatas

Di sisi lain, dia mengeluhkan keterbatasan anggota dan dana lembaganya. Padahal, sejumlah parpol memanfaatkan keterbatasan anggota dengan memasang bendera parpol di daerah yang jauh dari kota. Bahkan ada kesan adu tinggi memasang bendera di pohon- pohon. Semakin tinggi, mereka semakin bangga.

''Untuk itu kami senantiasa menjalin koordinasi dengan Panwas Kecamatan. Namun, kami akui ada sejumlah pengurus parpol yang membandel. Setelah kami pergi, atribut dipasang lagi. Kami juga tidak memiliki dana yang cukup untuk menurunkan bendera parpol di pucuk-pucuk pohon. Kami harus menyiasati dengan mengurangi pengeluaran di pos-pos tertentu,'' paparnya. (G10-49k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA