logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 2 Maret 2004 Sala  
Line

Sosialisasi Pemilu di Wonotolo Dibubarkan

  • Dianggap Arahkan Warga Coblos PDI-P

SRAGEN- Kegiatan sosialisasi Pemilu 2004 di Desa Wonotolo, Kecamatan Gondang, Minggu (29/2) petang lalu dibubarkan. Masalahnya, Kepala Desa Pariman dianggap mengarahkan warga agar mencoblos PDI-P.

Karena ada sejumlah peserta yang tersinggung, pertemuan di rumah Yadi, warga Dukuh Plampang itu Minggu pukul 20.00 dibubarkan.

''Padahal sajian makanan dan minuman belum sampai disuguhkan. Karena acara politik mulai memanas maka dibubarkan,'' tutur saksi yang mengikuti acara tersebut.

Ketika itu dua peserta, JK dan TG langsung melayangkan protes keras. Di desa tersebut antara pendukung PAN, PDI-P, dan Partai Golkar berjumlah relatif seimbang.

Sejumlah bendera besar yang terlihat mencolok dari ketiga partai itu dipasang di tepi jalan desa. Ketua Barisan Muda PAN Eko Wijiyono memprotes kegiatan di Wonotolo itu.

''Kegiatan semula sosialisasi pemilu, namun ada ajakan agar masyarakat mencoblos partai tertentu dengan imbalan semen dan aspal,'' tuturnya.

Pariman mengaku tidak berniat mengarahkan warga ke PDI-P. Sebab warganya punya kebebasan memilih partai sesuai dengan keinginan masing-masing.

Belum Dijadwal

Ketua PPS Suradi ketika ditemui mengaku belum menjadwalkan kegiatan sosialisasi. Tetapi dia melihat ada kegiatan di rumah Yadi, dan dihadiri sejumlah pengunjung.

''Kegiatan itu bukan agenda kegiatan kami,'' tuturnya.

Rencananya sosialisasi dilakukan dengan cara memutar video, yang berisi tentang tata cara pencoblosan dan sosialisasi partai. Video tersebut akan dipertontonkan kepada khalayak setiap ada pertemuan arisan atau rapat-rapat.

Ketua Panwas Pemilu Kecamatan Gondang Aipda Daryanto, kemarin mengaku belum mengetahui persoalan itu secara detail.

''Kami masih menyelidiki, karena belum mengetahui persis bagaimana persoalan sosialisasi itu,'' tutur Daryanto.

Seorang anggota Panwas Pemilu Gondang meminta wartawan untuk tidak memberitakan masalah di Desa Wonotolo tersebut. Sebaliknya Daryanto mempersilakan diberitakan, asal dilakukan secara berimbang dan objektif. (nin-49s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA