
| Selasa, 2 Maret 2004 | Sala |
Pesta Narkoba, Enam Remaja DigerebekPAJANG- Seorang pengedar ganja, Wahyudi alias Ompong (31), yang hendak menjual ganja di daerah Pajang, Laweyan Solo diringkus petugas, Minggu malam lalu (29/2). Tersangka yang tinggal di Kampung Baron Gede, Laweyan, itu sebelum tertangkap diduga sudah cukup lama mengedarkan barang haram itu. Namun, beberapa kali tersangka lolos dari sergapan petugas. Meski sudah lama aksinya tidak terendus polisi, nasib Wahyudi tidak beruntung di saat akan menjual daun ganja 1 bungkus di seputar Pajang. Aksi peredaran ganja yang berlangsung Minggu malam itu rupanya sudah tercium petugas. "Selain menangkap tersangka, ganja yang hendak di jual juga dapat kita sita," tandas Kapolresta AKBP Drs Lutfi Lubihanto, kemarin. Pihak kepolisian yang mengusut kasus tersebut, hingga kemarin masih memeriksa tersangka untuk pengembangan lebih lanjut.
"Berdasar hasil penyelidikan, ada sejumlah tersangka lain yang diduga terlibat. Hal itulah yang masih kita selidiki," kata dia. Di Karanganyar Di lain tempat dalam waktu yang bersamaan, Tim Anti Narkoba kerja sama Intelkam Polresta Surakarta juga mengungkap para remaja yang sedang pesta narkoba di Vila Lumayan, Tawangmangu, Karanganyar. Selain menangkap enam tersangka, empat di antaranya laki-laki dan dua perempuan, polisi menyita dua paket sabu-sabu, 1 bong penghisap, 6 lembar alumonium foil, sebuah lampu tintir, korek gas dan satu botol miras. Adapun empat laki-laki yang tertangkap, yaitu Wardoyo alias Yoyok, Oskar, Fahrul, Guntur Prastowo dan dua perempuan yaitu Arum Kusumaastuti dan Yeni Turista. Diduga salah satu remaja yang tertangkap di sebuah Villa di kawasan Tawangmangu itu anak pejabat sebuah perguruan tinggi di Solo. "Namun informasi itu belum kita cross check lebih jauh, karena selama ini kita belum dapat menemui orang tua tersangka," tandas Lutfi Lubihanto didampingi Kasat Narkoba Iptu Bowo Haryanto. Pengungkapan dua kasus di lokasi berbeda itu, kata dia, merupakan sindikat yang tidak saling terkait, memiliki jaringan tersendiri. "Para tersangka yang tertangkap terpisah itu, merupakan sebagian komplotan pengedar dan pemakai narkoba yang telah lama menjadi target operasi," paparnya.(G11-42) |