
| Selasa, 2 Maret 2004 | Sala |
Peresmian ''Gunung Pare'' Sakiti WargaSUKOHARJO- Kekecewaan warga Kartasura atas peresmian Terminal Bus Gunung Pare (GP) terus berlanjut. Apalagi Taufik Kiemas batal mengunjungi terminal tersebut, meskipun warga sudah menyiapkan penyambutan. Humas Forum Masyarakat Kartasura (FMK) Tri Wahyono menjelaskan, pihaknya merasa ditinggalkan setelah proyek hampir rampung. Seharusnya Pemkab menghargai jerih payah FMK melalui Posko Pendampingan Warga Argosuko, sehingga pembebasan tanah dapat berlangsung cepat tanpa kendala berarti. ''Kami juga mengamankan lokasi selama 24 jam setiap hari, kok malah ditelantarkan,'' keluh dia. Sebagai bentuk protes, FMK akan menggelar acara peresmian tandingan. Kegiatan direncanakan diadakan di Terminal GP Senin (8/3) malam mendatang berupa pergelaran wayang semalam suntuk dengan dalang Ki Sri Joko. Lakonnya Semar Gugat Kayangan, sebagai bentuk simbol rakyat yang menggugat pemimpinnya. ''Semar ibarat rakyat, dan kayangan simbol pemerintah atau pemimpin. Semar terpaksa menggugat, karena tidak diperhatikan lagi oleh pemerintah,'' ujarnya. Peresmian terminal, lanjut dia, seharusnya tidak dilakukan, mengingat kondisi bangunan yang masih jauh dari sempurna. Di sisi lain, peresmian di kompleks Setda justru berdampak negatif terhadap Taufik Kiemas, karena menjauhkan dia dari rakyat. ''Taufik hanya dekat dengan birokrat, sehingga merugikan posisinya. Acara wayangan itu pun bukan lagi hiburan untuk rakyat, justru sebaliknya hiburan untuk pejabat. Masak, nonton wayang saja kok harus membawa undangan dan harus melewati detektor,'' tuturnya. Jauh Anggota Komisi D DPRD Sumarno Budipranoto menyatakan bisa memahami kekecewaan warga. Dia menyayangkan peresmian dilaksanakan di halaman Setda. Dampak acara tersebut justru menjauhkan pemerintah dari rakyatnya. Dia juga mempertanyakan kapasitas Taufik Kiemas saat meresmikan terminal. ''Apa kapasitasnya kok meresmikan bangunan milik pemerintah. Apa dia sebagai anggota DPR RI, pengurus DPP, atau sebagai suami Presiden ?'' Kondisi bangunan juga dianggap belum layak diresmikan. ''Kami akan mengecek lebih lanjut kondisi bangunan,'' paparnya. (G10-49k) |