
| Selasa, 2 Maret 2004 | Sala |
Dibentuk Poliklinik Kesehatan Desa
BOYOLALI - Gerakan pemberantasan sarang nyamuk di Boyolali terus digalakkan di tingkat desa dan RT. Bahkan untuk menanggulangi kemerebakan penyakit tersebut, di tiap-tiap desa dibentuk poliklinik kesehatan desa (PKD) yang dipimpin seorang bidan. Kepala Dinas Kesehatan dan Sosial (DKS), dr Samsudin MKes, Senin kemarin mengatakan, gerakan pemberantasan sarang nyamuk telah dicanangkan oleh Bupati dr H Djaka Srijanta, Jumat (27/2). Sebagai tindak lanjut pencanangan, warga masyarakat di tingkat desa dan RT diminta melakukan gerakan pemberantasan pada Jumat dan Minggu. Selain itu, di tingkat desa dibentuk PKD yang dipimpin seorang bidan. Lembaga itu bertugas mengamati warga masyarakat yang kemungkinan terserang DB. Jika ada warga yang menderita gejala DB segera dirujuk ke puskesmas. Selanjutnya dokter di puskesmas menentukan apakah cukup dirawat di puskesmas atau rumah sakit. ''Jadi, fungsi PKD sama saja dengan posko yang setiap hari memantau kemerebakan DB,'' katanya. Menyinggung jumlah korban yang meninggal, Samsudin mengatakan, sampai Februari, penderita yang meninggal tercatat tiga orang. Yaitu, Alfiyan (14), warga Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo, Astari (4) warga Desa Karangmojo, Kecamatan Andong, dan Rika Apriani (9) warga Desa Sumber, Kecamatan Simo. Adapun jumlah penderita penyakit DB dari akhir Januari sampai 27 Februari tercatat 70 orang. (shj-49n) |