logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 2 Maret 2004 Sala  
Line

Siang Ini Wilujengan Lahirnya Nagari Surakarta Hadiningrat

KERATON SURAKARTA - Siang kurang lebih pukul 10.30 ini, di Bangsal Maligi Pendapa Sasana Sewaka kompleks Keraton Surakarta digelar hajad dalem wilujengan lahirnya nagari Surakarta Hadiningrat atau pindahnya Keraton Kartasura ke Desa Sala versi lain sesuai dengan referensi keraton. Namun, kenduri wilujengan ini hanya dilakukan secara sederhana oleh kerabat intern keraton yang jumlahnya kurang lebih 300 orang.

"Untuk wilujengan kali ini tidak mengundang tamu dari luar. Kerabat yang jauh pun tidak. Paling-paling hanya abdi, sentana dalem, dan keluarga yang di sini. Itu saja jumlahnya sudah 300-an orang," tutur GPH Dipokusumo, selaku Pengageng Parentah Keraton, kepada Suara Merdeka, kemarin.

Upacara selamatan yang tidak diformat dalam pisowanan ageng semacam hajad dalem tingalan jumenengan Sri Susuhunan Paku Buwono XII itu akan diperintahkan secara langsung oleh putra dalem yang akrab disapa Gusti Dipo itu. Dhawuh yang diberikan kepada ulama dalem, RT Pudjodipuro, itu akan ditindaklanjuti dengan memimpin doa di hadapan aneka jenis rangkaian uba rampe sesaji pepak ageng keblat papat yang disiapkan.

Menurut penuturannya, wilujengan kali ini tidak ditepatkan pada 17 Sura, waktu yang diyakini kalangan keraton sebagai saat nagari Surakarta Hadiningrat dideklarasikan Sri Susuhunan Paku Buwono III. Akan tetapi diambil maju beberapa hari, mengingat masih ada rangkaian upacara sakral selama bulan Sura, setelah kirab pusaka malam 1 Sura lalu.

"Kalau di luar masih ada lebih dari anggapan soal peringatan itu, ya biar saja. Keraton tetap menghormati semuanya. Yang penting, patokan 17 Sura sementara ini sangat diyakini sebagai lahirnya Keraton Surakarta dan perlu kami peringati secara khusus di sini," katanya lagi.

Sementara itu, hingga beberapa tahun ini Pemkot mengajak masyarakatnya untuk merayakan Hari Jadi Kota Surakarta setiap 17 Februari. Tanggal itu telanjur ditetapkan dengan peraturan daerah sebagai hari jadi kota yang diambil dari versi lain saat pindahnya Keraton Kartasura ke Surakarta.

Gusti Dipo kembali menjelaskan, rangkaian upacara lainnya selama bulan Sura ini akan diteruskan dengan labuhan atau larungan (membuang sesaji-Red) ke Gunung Lawu (Sunan Lawu-Red), Gunung Merapi-Merbabu, dan pantai Parangkusuma, Bantul, DIY. Beberapa jadwal ritual, termasuk wilujengan tadi, terpaksa digeser-geser untuk disesuaikan dengan situasi menjelang pelaksanaan kampanye Pemilu 2004 agar terhindar dari halangan aksi massa kampanye. (won-80n)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA