
| Selasa, 2 Maret 2004 | Sala |
Katering Haji Terbaik
APA reaksi Hj Sri Wahyuni (50) ketika ditanya tentang pujian dari Departemen Agama (Depag) soal kualitas pelayanan katering calon haji di Embarkasi Bandara Adi Sumarmo, Solo? Sambil menyalami para tamu, dia hanya tersenyum. Dia menyatakan memang menerima kabar itu melalui telepon dari Badan Pengelola Asrama Haji. "Yang jelas saya harus matur nuwun (berterima kasih-Red) kepada Allah bahwa ngibadah saya melalui leladi di Asrama Haji Donohudan dirasakan bermanfaat. Betul begitu? Ini kan ngibadah," kata pemilik sekaligus pemimpin Katering Wahyu saat acara peringatan di rumahnya Kampung Kemasan, Kepatihan Wetan, Jebres, Solo, malam Minggu. Istri Suroto Mangunsudarmo itu selalu mengumbar senyum ketika menerima sekitar 500 tamu undangan. Didampingi sang suami, malam itu dia menjamu tamu dengan tiga menu masakan khas produksinya. Yaitu, bakmi toprak, nasi gurih sambal goreng, dan sup. Minuman berupa teh dan es puding. Suasana peringatan selapanan atau 35 hari kelahiran cucu pertama, Yordan Yanuar Wahyu Wijaya, meriah saat pukul 20.30. Para tamu adalah para tetangga sekitar, tokoh seperti Ketua DPD Partai Golkar Solo Yusuf Hidayat, pengurus dan anggota Gapensi Solo, Ganasidi Jateng, dan sebagainya, dia jamu santap malam. Hiburan musik campursari OKC Orlando (Solo) dengan belasan penyanyi. "Ya inilah salah satu hasil ngibadah saya yang lain. Sugih sedulur, sugih kanca. Namun saya tak mengira bakal mendapat penghargaan sebagai katering terbaik pelayanan asrama haji secara nasional," ujar dia. Di sela-sela jamuan malam itu, dia menyatakan berbibadah mempunyai nilai lebih dan makna lain, selain kewajiban menyuguhkan menu makanan kebutuhan calon haji. Bahkan tak sebatas nasi, teh dan lauk yang jadi porsi dan hak setiap penghuni asrama, tetapi berbagai keperluan tambahan lain berupa makanan hingga pelayanan di luar katering. "Kalau saya melihat serombongan kakek-nenek mau cari kamar dan tempat makan saja susah, apa mentala nyawang (tega hanya melihat-Red)? Saya tuntun mereka mencari kamar dan ruang makan. Saya mengunjungi mereka di kamar jika ada yang masuk angin atau tak bisa ke ruang makan. Rasanya semua calon haji di sini seperti keluarga saya," tutur istri pengurus Ganasidi Jateng dan calon legislatif Partai Golkar untuk DPRD Solo itu. Dia menuturkan memperhatikan pula kebutuhan calon haji akan air panas dan melayani dengan baik. Berbagai hal yang lumrah dan terdorong rasa kemanusiaan itu membuahkan pujian, selain menu katering yang dia sajikan memang nikmat. (Won Poerwono-80g) |