logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 2 Maret 2004 Liputan Pemilu 2004  
Line

Tujuh PAC Mengadu ke DPD Partai Demokrat

SEMARANG-Kepemimpinan yang kurang transparan dalam mengelola partai politik dapat menimbulkan ketegangan di tubuh organisasi tersebut.

Hal ini dialami DPC Partai Demokrat Kabupaten Batang. Gara-gara Ketua-nya H Yunita Akbar sering membuat keputusan tanpa koordinasi, membuat 7 DPC dari 11 DPC yang ada mendemonya.

Buntut ketegangan itu, ketujuh DPC nggeruduk ke DPD Partai Demokrat Jateng. Mereka meminta ada sikap tegas dari DPD terhadap ketua DPC yang dinilai kurang memiliki rasa tanggung jawab. Kedatangan mereka diterima Wakil Ketua DPD Mundir dan sejumlah fungsionaris lain. Ketua DPC yang didemo juga hadir di tengah rapat yang cukup tegang itu.

Wahono, Ketua PAC Tersono mengungkapkan selama ini Yunita Akbar sering mengeluarkan kebijakan yang tidak transparan. Seperti ketika mendapat bantuan dari DPP sebesar Rp 10 juta, ternyata yang diterima bendahara partai hanya Rp 3 juta. Demikian juga ketika menerima kaos partai dari DPP, ternyata kaos itu bukannya disimpan di kantor partai atau dibagikan kepada kader, tetapi malah dibawah ketua di rumahnya.

''Itu pun tidak ada penjelasan kepada pengurus lain, bahkan kabarnya ada kaos yang dibagikan kepada sanak-saudaranya ketua,'' ujarnya dengan nada tinggi.

Sekretaris DPC Batang, Murdiyono mengakui hal serupa. Menurut dia, selama ini koordinasi internal partai di daerahnya tidak optimal.

Ketua DPC sering membuat keputusan sepihak tanpa melalui rapat atau sekadar rembug ringan di tingkat pengurus. Akibatnya, konsolidasi partai jadi kurang maksimal.

Jika realitas semacam itu dipertahankan, kurang baik bagi masa depan partai. Karena itu dia berharap ada langkah politis yang bijak dari DPD untuk penyelesaian perseoalan itu.

''Perlu saya beritahukan kepada semua pengurus DPD, keberadaan kami di Partai Demokrat, bukan karena melihat bapak-bapak. Namun karena kami mendukung calon presiden bersih yang dicalonkan partai ini. Jadi saya minta tunjukan sikap politik seperti calon presiden kita.''

Selain itu, Murdiyono menyesalkan cara kepemimpinan Yunita Akbar yang berdampak sejumlah pengurus mengambil sikap mengundurkan diri dari kepungurusan. ''Ada wakil ketua DPC yang terpaksa mundur, karena persoalan partai seperti ini.''

Sementara itu, Yunita Akbar dalam klarifikasinya menjelaskan apa yang dia lakukan semua untuk kepentingan partai. Hanya saja perbedaan pandangan telah membuat terjadi kesalahpahaman.

Mundir yang menjadi penengah dalam pertemuan itu meminta agar penyelesaian internal partai dibicarakan secara musyawarah.

Apalagi Pemilu 2004 hanya tinggal beberapa hari lagi. Oleh karena itu, sebaiknya semua pengurus membuka diri untuk menyatukan barisan dan lebih solid dalam berkoordinasi. (H1-64)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA