logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 2 Maret 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

Jumlah Penderita Turun, Jentik Masih Tinggi

  • Mewaspadai Penyakit DB

GROBOGAN - Meski jumlah kasus demam berdarah (DB) di Kabupaten Grobogan menurun, beberapa daerah dicurigai angka jentiknya masih relatif cukup tinggi. Adapun empat desa yang diduga endemik DB adalah Sulursari (Gabus), Panunggalan (Pulokulon), Tuko (Pulokulon), dan Putatsari (Grobogan).

''Di Kecamatan Pulokulon angka jentik masih tinggi sampai sekarang, walaupun sudah ada gerakan PSN (pemberantasan sarang nyamuk),'' kata Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang, Made Jenarka, kemarin.

Seharusnya, lanjut dia, paling tinggi hanya 5% rumah di sana yang terdapat jentik. Namun, kenyataan di sana lebih dari 5% rumah masih terdapat jentik nyamuk.

Untuk Desa Sulursari, jumlah penderita DB-nya tinggi karena di sana terdapat tempat penampungan barang-barang bekas. Dimungkinkan tempat tersebut sangat kondusif untuk tumbuh kembang jentik nyamuk demam berdarah. ''Kabupaten Grobogan masih aman, bahkan jumlah kasus DB cenderung menurun. Meski demikian, sosialisasi ataupun gerakan PSN masih terus digalakkan,'' tuturnya.

Sarang Lalat

Menyinggung tempat air sarang burung walet, dia mengemukakan, dulu ada yang beranggapan tempat tersebut kondusif bagi tumbuh kembang jentik demam berdarah. Namun, secara teoretis tidak demikian adanya. ''Sepertinya itu tidak mungkin.''

Dia mengungkapkan, pada Januari 2004 terjadi 40 kasus DB, dua pasien di antaranya meninggal dunia, sedangkan pada Februari terjadi 16 kasus dan tidak ada pasien yang meninggal. ''Kesadaran masyarakat sepertinya sudah cukup tinggi, lebih-lebih lagi dibantu dengan pemberitaan-pemberitaan tentang bahaya DB,'' ujarnya.

Menurut dia, bila dalam satu keluarga dua orang menderita demam, yang lain juga langsung memeriksakan ke puskesmas. Tak hanya itu, biasanya mereka langsung menanyakan apakah terkena DB atau tidak.

Demam berdarah merupakan penyakit yang cukup akut, serangannya mendadak dan bisa mengakibatkan kematian. ''Masa inkubasinya hanya 1 minggu, jika lewat satu minggu tidak apa-apa, berarti aman.''

Apakah jambu kluthuk bisa menyembuhkan? Dia mengatakan, sebenarnya tidak hanya jambu, berbagai buah-buahan yang mengandung vitamin sangat bagus untuk membantu penyembuhan. ''Sepanjang masyarakat mempercayainya dan tidak menimbulkan efek negatif, tidak masalah. Namun, belum dibuktikan secara ilmiah,'' tambahnya. (H3-63k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA