
| Selasa, 2 Maret 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Proyek Bandara A Yani Dimulai Juni
SEMARANG- Pembangunan konstruksi tahap pertama perpanjangan landasan pacu Bandara A Yani Semarang akan dimulai Juni. Pada proyek tahap awal itu rencananya diperpanjang landasan sejauh 60 m hingga 65 m sebelum melintasi Kali Silandak. Menurut penuturan Kepala Subdinas Perhubungan Udara Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi Jateng, Drs Musa Tambunan MM, Senin (1/3), pada tahap awal proyek dinasnya akan mendapat modal pertama pembangunan konstruksi Rp 2,5 miliar. Dia menyatakan konstruksi pembangunan landasan sejauh 60 m itu akan dilakukan dengan memperkuat dan melapisi bagian permukaan landasan yang sebelumnya ada. Daerah sepanjang 60 m itu merupakan bagian dari landasan penyelamat atau over run landasan pacu Bandara A Yani. Tidak Permanen Landasan penyelamat, kata dia, selalu ada di setiap landasan pacu yang dimiliki bandara dengan panjang berbeda-beda. Umumnya kondisi over run tidak permanen seperti milik Bandara A Yani Semarang. "Landasan penyelamat dipakai bila pesawat overshoot atau pilot terlalu jauh mendarat dari titik pendaratan yang seharusnya dilakukan. Namun, pengalaman penerbangan di Semarang over run jarang dipakai karena memang pilot harus benar-benar akurat ketika mendarat," kata Musa. Dia mengemukakan panjang landasan pacu atau run-way Bandara A Yani yang ada selama ini 1.850 m. Over run sejauh 60 m dengan kondisi landasan tidak permanen karena hanya untuk penyelamatan.
"Over run inilah yang akan dipermanenkan untuk menambah landasan pacu yang ada. Jadi total panjang landasan pada tahap awal proyek menjadi sekitar 1.910 m." . Bersamaan dengan itu, kata dia, pembelokan Kali Silandak akan dilakukan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) sesuai dengan rencana yang disepakati. Setelah itu tahap pembuatan landasan berikutnya dilakukan. Dia menyatakan saat ini detail engeenering design (DED) pembuatan perpanjangan landasan A Yani masih dilakukan konsultan konstruksi. Musa memperkirakan sebelum Juni pembuatan DED dan analisis dampak lingkungan sudah rampung, sehingga proyek dapat segera dimulai. (H2-73g) |