
| Selasa, 2 Maret 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Retribusi Bus ke Terminal DiperlonggarGENUK -Puluhan awak bus yang kerap mangkal di Terminal Terboyo dikumpulkan di kantor terminal oleh Kepala Terminal Istijab SE dan Kanit Patroli Iptu Murdiyanto, Senin (1/3). Hal itu dilakukan setelah muncul isu aksi demonstrasi yang akan dilakukan awak bus jurusan Semarang-Jepara. Mereka berkumpul sekitar pukul 09.00. Para awak bus berasal dari berbagai jurusan. Yakni, Solo, Yogyakarta, Jepara, dan Kudus. Mereka diajak membicarakan jalan yang rusak. Hadir pula Kepala Sentral Pelayanan Kepolisian Ipda Sunardi. Dalam musyawarah itu Istijab meminta semua awak bus memahami dan mengerti kondisi jalan terminal. Dia berrap para awak bus bersabar menunggu upaya lebih lanjut DPU untuk memperbaiki jalan. Perbaikan jalan molor karena cuaca kurang menguntungkan. Selain itu disekapati awak bus tidak terlalu dibebani membayar retribusi. Namun tak berarti awak bus dibebaskan membayar retribusi. Sebab, pada prinsipnya setiap bus yang masuk diwajibkan membayar retribusi. Namun dia akan mengupayakan perbaikan seperlunya sesuai dengan kemampuan.
Sementara ini Dinas Perhubungan hanya bisa menguruk dan meratakan jalan yang bergelombang. Kepala Dinas Perhubungan H Andi Agus Wandono SH menyatakan dalam musyawarah itu diputuskan pula para kru bus diberi kelonggaran membayar retribusi. Artinya, petugas terminal tak terlalu keras menarik retribusi. ''Kami tepa salira. Namun jika penumpang ramai, ya jangan tidak membayar retribusi. Pada dasarnya setiap bus yang masuk terminal diwajibkan membayar retribusi.'' Sesuai dengan ketentuan, setiap bus yang masuk terminal diwajibkan membayar retribusi. Bus cepat Rp 1.000 dan bus bumel Rp 500 (sekali masuk). Retribusi itu untuk pemeliharaan terminal. Kapolsek Genuk AKP Wasidi didampingi Kanit Patroli Iptu Murdiyanto mengharapkan permalasahan diselesaikan melalui musyawarah. Dia meminta awak bus tidak gampang demonstrasi. ''Jangan sedikit-sedikit demo, sedikit-sedikit demo. Kalau permasalahan dimusyawarahkan dengan baik kan enak,'' katanya. Datangkan Begu Sementara ini kerusakan jalan Terminal Terboyo mendapat perhatian Dinas Perhubungan Kota Semarang. Sambil menunggu upaya DPU, H Andi Agus Wandono SH akan mendatangkan begu serta empat truk pasir dan batu untuk meratakan jalan yang rusak. Dia mengemukakan pembelian pasir dan batu serta sewa begu tidak masuk anggaran. Namun karena sangat kritis, dia memprioritaskan jalan itu diperbaiki. ''Kami ingin arus keluar-masuk bus di jalan terminal lancar,'' katanya. Dia meminta awak bus yang memasuki terminal memaklumi kondisi jalan Terminal Terboyo. Perbaikan belum bisa dilakukan secara maksimal karena terganggu hujan. (G5-45g) |