logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 2 Maret 2004 Ekonomi  
Line

ABN AMRO Bina Hubungan Nasabah dengan Memberi Roti

SOLO- Assistant Vice President Bank ABN AMRO Indonesia Mey Ling Hoei mengatakan, dalam berkompetisi dengan bank-bank lain pihaknya tidak hanya bersaing di bidang harga tetapi juga sangat memperhatikan unsur relationship.

"Dalam berkompetisi kami tidak mau hanya di-prizing saja, namun kami memberikan sesuatu yang lain pada nasabah, yaitu relationship. Kami menghargai mereka. Mereka memberikan kepercayaan kepada kami, lalu kami berusaha menjaga kepercayaan itu," ungkap dia, kemarin.

Sesuatu yang lain itu kemarin juga tampak di kantor bank itu di Jalan Slamet Riyadi 293 Solo. Setiap nasabah yang datang diberi roti (black forest cake). Ternyata bukan hanya sehari itu. Pemberian gift kepada para nasabah itu untuk seminggu. Selain roti ada memo pad, book mark, dan lain-lain.

Gift diberikan juga dalam rangka ulang tahun bank itu yang ke-178. Di Solo, pesta ulang tahun ditandai dengan pemotongan tumpeng nasi kuning, Jumat lalu.

Mei Ling yang juga sebagai Branch Manager Solo mengemukakan, agar nasabah wawasannya bertambah, pihaknya selalu berusaha mengundang para expert untuk memberikan gambaran tentang produk-produk tertentu dan kondisi perekonomian Indonesia mendatang.

"Nasabah suka, kami akan mengadakan investor gathering lagi nanti akhir Maret. Sambil makan bersama, kami panggil expert," ujarnya.

Gambaran perekonomian Indonesia sangat perlu agar nasabah tidak khawatir dan menjadi terbuka wawasannya. "Kadang orang kan khawatir juga, aman nggak, bahaya nggak (berinvestasi)."

Membina hubungan dengan nasabah seperti itu ternyata baik hasilnya. Sejak 5,5 tahun lalu, bank ini membuka cabang di Solo, nasabahnya 4.000-an. Dari jumlah itu, tidak sedikit yang termasuk dalam nasabah privat yang menanamkan uangnya di bank ini dalam jumlah besar. Mereka menanamkan uangnya dalam waktu relatif lama, hingga tiga tahun.

Untuk nasabah privat, ujar dia, umumnya tidak mudah memindahkan uangnya ke bank lain karena merasa sudah ada kecocokan. "Orang itu macam-macam, ada yang benar-benar membandingkan harga tetapi ada yang tidak. Dalam artian, misalnya selisih (bunga) 0,25% atau 0,5 % tidak apa-apa asal cocok dengan kami," katanya.

Tantangan Berat

Menyambut ulang tahun ke-178, Country Representative Bank ABN-AMRO Douwe Oppedijk mengemukakan, ulang tahun ini merupakan saat yang baik untuk sejenak merenungkan apa yang telah dilalui. Dia menekankan, di Indonesia bank ini memiliki tantangan berat, yakni meningkatkan pertumbuhan secara pesat.

Didirikan pada 1826 di Batavia (Jakarta), bank ini merupakan bank asing terbesar dengan 15 kantor cabang tersebar di seluruh Indonesia. "Selama kurun waktu tiga tahun terakhir, bank ini terus berkembang dengan tingkat pertumbuhan rata-rata sangat pesat baik untuk standar nasional maupun internasional," paparnya. Pertumbuhan positif tersebut, ujar dia, didorong oleh pertumbuhan pengenalan produk dan layanan yang agresif namun stabil sesuai dengan tren sosial ekonomi masyarakat Indonesia terutama dalam pemenuhan kebutuhan perbankan dan keuangan.

Douwe berpendapat, tren sosial dan perekonomian masyarakat Indonesia saat ini semakin menempatkan Indonesia menjadi pasar yang unik dan dinamis dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia. (bt,G2-82j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA