logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 2 Maret 2004 Ekonomi  
Line

Sentimen Kampanye Dominasi Bursa Saham

JAKARTA- Dalam sepekan ini sentimen kampanye pemilu tetap akan menjadi isu utama dalam transaksi saham di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Investor mulai mengantisipasi sentimen tersebut dengan melakukan aksi ambil untung (profit taking).

"Sampai minggu ini, sentimen kampanye masih akan di-watch (investor)," kata Edwin Sinaga dari Kuo Capital Raharja saat ditemui di gedung BEJ, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (1/3). Sebelumnya, pada penutupan akhir pekan lalu, indeks turun tajam 14,935 poin (1,92%) di level 761,081. Sementara pada perdagangan Senin kemarin, hingga pukul 11.15 Jakarta Automatic Trading System (JATS), indeks kembali turun 9,493 poin (1,24 persen) di level 751,588.

Meski demikian, menurut Edwin, penurunan indeks tersebut belum mencerminkan adanya kepanikan penjualan (panic selling). Kalangan investor, terutama lokal, hanya melakukan 'bersih-bersih' terhadap portofolio sahamnya. Menurutnya, hal itu terlihat dari indikasi pemain lokal yang lebih banyak melakukan profit taking ketimbang investor asing. Dengan demikian, net buying masih berpotensi besar untuk menaikkan indeks.

Namun Edwin menilai kecemasan terhadap pelaksanaan kampanye pemilu agak berlebihan, terutama oleh investor lokal. Kekhawatiran investor terutama menyangkut waktu pelaksanaan pemilu yang dikhawatirkan tidak sesuai jadwal. Apalagi diumumkannya 15 Maret 2004 sebagai tanggal darurat pengadaan logistik pemilu.

Sementara dari sisi makroekonomi, dijelaskan Edwin, sebenarnya potensi kenaikan indeks masih ada. Hal ini juga didukung oleh beberapa fundamental emiten yang cukup baik, terutama pada saham-saham pertambangan. (dtc-82)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA