
| Selasa, 2 Maret 2004 | Jawa Tengah - Pantura |
Kios Togel Makin Merebak di Sudut KotaSLAWI - Rois Syuriah PCNU Kabupaten Tegal, KH Khambali mengatakan, perjudian dan kemaksiatan di daerahnya sudah merebak. Karena itu, untuk memberantasnya dibutuhkan dukungan, baik dari eksekutif maupun legislatif. Dikatakan oleh KH Khambali, kini banyak anak sekolah dan orang tua terjerumus ingin mendapatkan uang banyak dengan memasang nomor buntutan. "Ternyata, ekonomi keluarga tidak lebih baik, malah sebaliknya kian terpuruk," kata dia. Kondisi itu lalu menyulut tindak kejahatan di tengah masyarakat, antara lain penjambretan, pencurian, dan perampokan. Bahkan tindak kemaksiatan juga tidak kalah serunya. Dia menyatakan, banyaknya warga memasang togel dan kuda lari, lantaran di berbagai sudut kota banyak kios menjual nomor buntutan itu. Pedagang atau pengecer buntutan bebas beroperasi dan belum mendapat tindakan maksimal dari polisi. "Lantaran seperti mendapat peluang mengedarkan kupon judi buntutan, mereka pun semakin besar dan jumlahnya terus bertambah. Warga yang sebelumnya tidak tahu, akhirnya coba-coba mengadu untung. Yang tebakannya kena dan yang tidak pun akhirnya ketagihan untuk terus memasang. Nomor buntutan itu seperti menjadi sandaran hidup," tutur dia. Padahal, kata dia, rezeki yang diperoleh dengan jalan seperti itu tidak diridai Allah. Kalau toh dapat uang banyak, itu tidak berarti sama sekali. "Karena itu, saya imbau agar judi dan semua perbuatan maksiat dijauhi," tandas KH Khambali yang disambut tepuk riuh ibu-ibu yang tergabung dalam Fatayat NU dan kalangan nahdliyyin lainnya daerah itu. Pernyataan tokoh NU Tegal itu dikemukakan saat peringatan tahun baru Islam dan hari lahir ke-58 Muslimat NU di Gedung NU, beberapa waktu lalu. Dukungan Politis Dia menegaskan, untuk mencapai Islam yang rahmatan lil alamin dengan memberantas kemerebakan judi dan kemaksiatan, NU sebagai organisasi besar harus menjadi pelopor. "Ini bukan pekerjaan sepele. Yang lebih mengena adalah dukungan politis dalam pemberantasan dua masalah besar ini. Jadi pihak eksekutif dan legislatif harus bersikap sama." Mereka harus memprioritaskan kebijakan pemberantasan judi dan kemaksiatan. Dia mengakui, untuk memberantas judi, organisasinya perlu dukungan politis yang nyata. Sebab, bila hanya digembar-gemborkan tanpa dukungan dari pihak pembuat kebijakan, semangat pemberantasan dapat menjadi sia-sia. Di tempat sama, Dra Hj Khofifah Indarparawansa yang juga Ketua Muslimat NU Pusat, berbicara soal karakteristik pemimpin masa depan. Dalam acara bertajuk "Persatuan Menuju Kebangkitan Bangsa" itu, dia menyorot soal pemimpin masa depan yang harus amanah, jujur, dan peka terhadap perkembangan masyarakat. "Sekarang bangsa ini berada dalam krisis kepemimpinan. Karena itu kalau ingin maju, warga nahdliyyin hendaknya dapat memilih pemimpin yang berorientasi ke depan dan memperjuangkan persatuan dan kesatuan Islam," tutur Khofifah.(D12-17i) |