logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 2 Maret 2004 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Kena DB, 4 Orang Meninggal di Pekalongan

  • Batang Tingkatkan Penyemprotan

KAJEN- Bertambahnya penderita demam berdarah di berbagai daerah wilayah tetangga, akhirnya merambah juga ke Kabupaten Pekalongan.

Peningkatan drastis terjadi sepekan terakhir ini. Hingga kemarin di Rumah Sakit Islam Pekadjangan masih ada 23 pasien yang dirawat.

Secara keseluruhan, dua bulan terakhir sudah 97 orang yang terkena penyakit yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti itu, dan empat orang di antaranya meninggal. Direktur RSI Pekadjangan dr H Chamim Yuniarno MMR mengatakan, keempat pasien itu sebenarnya secara positif belum divonis terkena DB, sebab hasil dari laboratorium belum keluar.

Namun dia mengakui pasien yang dibawa ke rumah sakit dalam keadaan kritis. Yakni penyakitnya punya ciri-ciri seperti DB, yaitu demam dan terjadi pengurangan trombosit. Pasien DB yang masih dirawat di RSI berasal dari Kedungwuni, Buaran, Bojong, Doro, Kandangserang, Kajen, dan Kebonagung, Pemalang.

Peningkatan pasien DB, kata Chamim, mulai terasa pada pekan kedua Februari. Namun dia yakin dengan penyemprotan yang saat ini terus dilakukan pemerintah pada Maret, sebaran penyakit itu pasti menurun.

"Jika upaya pencegahan terus dilakukan, saya yakin pada Maret nanti DB berkurang."

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan dr Sutanto Setiabudi MKes mengatakan, pihaknya akan terus melakukan penyemprotan untuk menghindari penyebaran penyakit tersebut.

Di Batang

Sementara itu, Bupati Bambang Bintoro mengambil langkah cepat dalam menanggulangi DB di wilayah Batang.

Jajaran Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial (Dinkesos) diperintahkan untuk melakukan pengasapan (fogging) agar nyamuk Aedes ageypti tidak menyebar.

"Kalau alat untuk pengasapan kurang, Pemda harus segera membeli. Itu semata-mata untuk melayani masyarakat. Saya tidak ingin warga Batang yang terserang DB bertambah. Karena itu saya perintahkan Sekda untuk berkoordinasi, sedangkan Dinkessos harus cepat segera mengambil tindakan," ujar Bupati ketika ditemui seusai menyerahkan bantuan motor kepada kades.

Kepala Dinkesos dr Sutarno MM menegaskan, pihaknya sudah mengambil langkah-langkah antisipatif dengan melakukan pengasapan agar masyarakat tidak cemas. "Langkah utama penanggulangan DB sebenarnya dilakukan sendiri secara alami oleh warga di lingkungan. Mereka melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN)," kata dia.

Seperti diberitakan kemarin, di Batang sudah ada 14 warga yang terserang DB. Mereka sekarang dirawat di RSUD Kalisari. Meskipun DB di Batang belum masuk kategori kejadian luar biasa (KLB) seperti daerah lain, pihaknya akan mengefektifkan pengasapan, tidak hanya di daerah endemis DB tetapi juga daerah lain..(G16,ar-17s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA