logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 1 Maret 2004 Surat Pembaca  
Line

KFC Mal Ciputra

Belum lama ini saya membeli paket Attack di KFC Mal Ciputra Semarang. Saya memesan ayam goreng crispy, tetapi persediaan habis. Saya diberi pilihan mengganti dengan ayam goreng Original dan saya setuju. Setelah dihidangkan ternyata ayam goreng ini terlalu lembek kurang kres...kres (garing).

Memang saya belum pernah mencoba sebelumnya. Menurut saya ayam goreng KFC mesti garing kriuk-kriuk dan kres ,,,, sesuai slogannya. Saya komplain dan dipertemukan asisten manajer Bp Novianto Hidayat. Saya diberi penjelasan mengenai kejadian ini.

Saya malah menjadi lebih tahu banyak mengenai kualitas KFC dalam membuat dan menyajikan menunya. Kemudian saya diganti dengan pesanan awal yaitu Crispy.

Yudi Rosiyanto
Jl Pemuda 108, Semarang

***

Pelajaran Berharga Peristiwa Kampar

Konflik bupati dengan para guru di Kampar Riau beberapa waktu lalu, kini menjadi pemberitaan hangat karena baru kali pertama terjadi. Seorang bupati mengusir seorang guru dari ruang pertemuan karena menanyakan besarnya anggaran pendidikan yang hanya 5 %.

Guru tersebut juga menanyakan pergantian kepala Diknas sebanyak tiga kali dalam waktu satu tahun. Mendapat pertanyaan tersebut bupati nampaknya seperti kebakaran jenggot dan mengusir guru.

Dari kejadian itu para guru merasa terhina dan diremehkan karena eksistensinya direndahkan oleh penguasa.

Sikap arogan bupati tersebut menggugah kesadaran "Umar Bakri - Umar Bakri" lain. Ternyata para guru tidak bisa dipandang sebelah mata. Guru kini bisa menunjukkan eksistensinya. Proses dari sejarah bisa berbicara dari gerakan aksi/protes sosial solidaritas berubah menjadi gerakan politik.

Kita bisa mengambil hikmah berharga, khususnya kepada para pejabat, penguasa jangan perlakukan para guru dengan seenaknya. Ingat "menurut bukan berarti penurut, diam bukan berarti tidak mengerti". Jaya dan bersatulah guru-guru Indonesia.

Ayub Suyono SPd
Guru SDN 02 Blumbang Kalisoro, Tawangmangu

***

Ingin Wiyata Bakti

Saya seorang lulusan S1 Kependidikan jurusan Teknik Elektro dari universitas negeri di Semarang tahun 2002, ingin segera bisa wiyata bakti. Selama ini saya bekerja di perusahaan swasta.

Kepada ketua yayasan atau kepala SMK yang membutuhkan tenaga saya mohon segera menghubungi agar maksimal saya dapat mencurahkan tenaga dan pikiran.

Sri Widodo SPd
Jl Taman Maluku 17, Semarang

****

Sekali Lagi, Pak Bei

Pak Bei yang saya hormati dan saya banggakan, izinkan saya sebagai "pandemen" panjenengan menyampaikan beberapa kesan dan pesan. Mungkin saya sama dengan pandemen lainnya dan saya yakin tak ada pembaca Suara Merdeka yang tidak menjadi fans Pak Bei.

Begini, mengapa saya demen sama Pak Bei karena kelucuan Anda yang mencerminkan kepolosan, sok-sok samin, kadang-kadang konyol, pernah juga keminter.

Namun semua orisinil dan yang perlu diacungi jempol, tidak pernah menyakiti hati pihak tertentu serta steril dari urusan politik. Malahan cenderung mendidik bidang etika dan moral meskipun tidak terkesan mendikte.

Saya menyampaikan keinginan yang mungkin juga disetujui para pelanggan. Terus terang saya belum pernah melihat foto diri Pak Bei dimuat. Apakah ya memper dengan yang di komik itu?

Maka saya usul mbok Suara Merdeka mau membeberkan jatidiri Pak Bei/Ibu dan tentunya foto yang jelas. Kemarin waktu nulis kisah "dolan ke Singapura" kok ya tidak mejeng fotonya.

Usul lagi kalau bisa diusahakan komik Pak Bei dari awal dibendel menjadi buku. Saya orang pertama yang mau membeli dan tentu semua pelanggan mau juga memiliki. Bagaimana Pak Bei, setuju kan?.

Heru Kartono SPd
Jl Karol 11 PA I, Magelang

***

Mencari Alamat

Saat kuliah di IKIP PGRI Semarang tahun 1996, saya meminjam beberapa buku paket Bahasa Indonesia dari mbak Supayati Winong, Pati. Dia alumnus tahun 1994 dan pertemuan kami hanya sekali saat pinjam buku. Saya lulus tahun 2000 dan ingin mengembelikan buku tersebut tetapi tidak tahu alamatnya.

Hati ini tidak enak, merasa berhutang budi apalagi bukunya belum dikembalikan. Saya mengharap lewat rubrik ini pembaca membantu memberitahu. Khusus buat mbak Supayati jika membaca surat mohon memberi alamatnya.

Wasri SPd
Pabuaran Rt 2/Rw 2 Salem, Brebes 52275

***

Tak Kenal para Calon Legislatif

Saya pensiunan dan pejabat BUMN yang kini menjadi pengurus yayasan yang memberikan beasiswa anak sekolah dan juga mengelola panti asuhan. Di samping itu juga menjadi pengurus alumni SMK dan pengurus organisasi pensiunan tingkat provinsi serta menangani club salah satu cabang olahraga.

Walau aktif di berbagai organisasi, terus terang masih belum dapat memutuskan apakah saya dan keluarga akan mengikuti pemilu atau tidak. Kalau tidak, saya merasa berdosa kepada bangsa dan negara yang telah menghidupi saya sekeluarga selama ini.

Tetapi kalau mengikuti, saya masih bingung kepada siapa menentukan pilihan. Pertama, karena secara pribadi saya tidak mengenal sama sekali para calon anggota legislatif (termasuk DPD) yang telah diumumkan KPU di DP saya.

Kedua, kinerja anggota legislatif sekarang ternyata tidak bermanfaat bagi rakyat yang diwakili. Ketiga, para calon anggota legislatif Pemilu 2004 sebagian adalah politikus bermasalah yang hanya mencari keuntungan untuk dirinya sendiri.

Keempat, LSM atau lembaga lain yang dulu katanya akan mengumumkan nama-nama politikus busuk, sampai sekarang ternyata belum memenuhi janjinya (barangkali datanya kurang akurat dan karena itu menjadi takut akibat hukumnya).

Saya dan keluarga mengharap ada lembaga atau perorangan yang menginformasikan secara tertulis nama-nama caleg (termasuk DPD) di DP saya yang betul-betul tidak bermasalah. Saya tidak peduli dari partai apa atau berprofesi apa. Yang penting setiap nama harus disertai biodata dan prestasinya.

S Salam
Jl Tlogo Timur VI/1 Palebon Pedurungan, Semarang

***

Cari Orang Tua Asuh

Saya ibu dari Tri Wahyuni (13) yang masih duduk di kelas I SLTP Mpu Tantular Palebon Semarang. Anak tersebut keinginan sekolah sangat besar namun saya sebagai orang tua rasanya tidak mampu. Untuk biaya sehari-hari makan sangat susah.

Ayahnya sudah 12 tahun meninggalkannya, sedang saya bekerja di amplas mebel, kadang ada kadang tidak. Anak saya 3 orang nomor 1 dan 1 tamat SD karena tidak mampu melanjutkan sekolahnya dan nomor 3 ya Tri Wahyuni ini.

Saya tinggal serumah dengan orang tua yang terdiri 6 orang, Bapak saya berumut 70 tahun sering sakit-sakitan dan menjadi tanggung jawab saya. Saya mohon pembaca menjadi orang tua asuh anak saya nomor 3 tersebut agar bisa menikmati pendidikan seperti anak-anak yang lain. Keberadaan keluarga saya bisa di cek ke alamat atau melalui ketua RT/RW setempat.

Raminah
d/a Jaten Gede Gg III RT 1/RW 6 Pedurungan Tengah Semarang


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA