logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 1 Maret 2004 Sala  
Line

Penderita DB Jangan Panik

BOYOLALI-Keluarga penderita demam berdarah (DB) hendaknya tidak terlalu panik atau khawatir. Jika ada anggota keluarga suhu badanya panas pada hari pertama atau kedua, jangan buru-buru merawatnya di rumah sakit. Kalau bangsal di rumah sakit penuh dan dipaksakan rawat inap, justru menjadi tidak nyaman.

''Kalau panas badan baru satu atau dua hari, tidak terlalu bahaya. Bawalah ke rumah sakit atau dokter jika panas badan sudah memasuki hari keempat,'' kata dokter spesialis anak Rumah Sakit Umum (RSU) Pandanarang Boyolali, dr Suwito SpA, kemarin.

Penderita DB yang perlu dirawat dan bila tidak justru bisa lebih gawat panas, bila pada hari keempat terjadi kenaikan hematokrit. Dalam kondisi ini, jika dibawa ke rumah sakit, penderita akan sangat terbantu dalam penanganan DB. Selain itu, bisa diseleksi pasien yang harus dirawat atau mungkin cukup dengan rawat jalan.

''Sayang, hal ini belum banyak dimengerti masyarakat, bahkan oleh kalangan medis,'' katanya.

Perlu Diwaspadai

Berdasarkan buku pedoman DB yang diterbitkan oleh Departamen Kesehatan, panas hari keempat dengan kenaikan hemotokrit perlu diwaspadai. Namun tidak terlalu ditekankan sebagai tanda kewaspadaan penting untuk meramalkan kemungkinan berjangkit DB berat.

Menurut Suwito, pasien yang datang pada hari kelima harus diwaspadai dan penanganannya ekstrahati-hati. Sebab, kebocoran kapiler tahap kedua terjadi dengan panas pada hari kelima.

Dengan pemeriksaan darah, akan ada kenaikan hematokrit. Selain itu, terjadi penurunan kadar protein plasma. Padahal, semakin rendah kadar protein plasma berarti makin berat tingkat kebocorannya. Dampaknya, penderita semakin parah.

Dia mengatakan, berdasarkan data tahun sebelumnya, penderita DB yang meninggal rata-rata dibawa ke rumah sakit atau dokter pada hari kelima. Karena itu, perlu ditekankan kepada masyarakat, jangan sampai memeriksakan penderita pada hari kelima. Sebaliknya, jangan panik atau terburu-buru untuk memeriksakannya pada hari kedua atau ketiga.

''Kalau suhu badan baru panas pada hari pertama, kedua, atau ketiga, tidak perlu cemas. Namun bila sudah memasuki hari keempat, baru periksakan. Itu pun belum tentu rawat inap, karena masih harus dilakukan pemeriksaan darah,'' katanya. (shj-14c)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA