logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 1 Maret 2004 Sala  
Line

Tingalan Jumenengan Tanpa Wisuda

MANGKUNEGARAN- Takut melahirkan persepsi aneh-aneh, karena semakin dekat masa kampanye Pemilu 2004, maka pelaksanaan hajad tingalan wiyosan jumenengan dalem yang Ke-16 KGPAA Mangkunagoro IX, Senin pagi ini tanpa rangkaian upacara wisudan.

Wisudan adalah upacara penyerahan kekancingan atau SK penganugerahan gelar kepangkatan kepada abdi dalem baik secara struktural maupun yang tituler untuk masyarakat luar yang biasa diselenggarakan menandai peringatan ulang tahun takhta itu.

"Kalau di sini (Pura-Red), tidak harus selalu ada wisudan. Jika memang tidak ada, ya tidak perlu dipaksakan. Tetapi yang jelas, usulan untuk abdi dalem bisa rutin, dan itu yang kami perhatikan," tutur KGPAA Mangkunagoro IX, kepada Suara Merdeka di Bale Peni, kompleks Pura, kemarin.

Dia menuturkan, sekalipun wisudan itu selalu dilaksanakan dalam rangka tingalan wiyosan jumenengan, tak selalu harus dipaksakan ada. Terutama bagi orang luar. Terlebih, pelaksanaan upacara hajad dalem ulang tahun takhta itu akan dilangsungkan Senin pagi ini, yang dinilai dekat sekali dengan masa kampanye pemilu.

Meski ada pula permintaan atau usulan yang telanjur masuk sebelum Pura menyatakan meniadakan wisudan, Pengageng Pura yang akrab disapa Gusti Mangku mengeluarkan sikap tegas meniadakan upacara tersebut. Karena dekat dengan pemilu dan tuan rumah adalah termasuk calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) nomor 24 untuk Jateng, apabila wisudan tetap diadakan dikhawatirkan melahirkan persepsi yang aneh-aneh. Misalnya tudingan berkampanye atau mencari simpati.

"Nah, itu yang kami hindari. Ini sudah kami pertimbangkan masak-masak. Kami risi kalau dituding ini-itu yang aneh-aneh. Kalau hanya soal wisudan, lain kali juga bisa. Cari waktu yang betul-betul netral dan menep (mengendap-Red)," tegas Gusti Mangku, dibenarkan permaisuri GK Putri Mangkunagoro.

Telanjur Masuk

Hal demikian juga diungkapkan Ketua Panitia Peringatan 1 Sura dan Tingalan Wiyosan Jumenengan, KRMT Tranggono yang ditemui di kantornya Biro Pariwisata, kompleks Pura. Menurutnya, pada hajad dalem kali ini sengaja ditiadakan upacara wisudan. Meskipun diakui ada pula sejumlah permohonan dan usulan masuk kepadanya yang semua dari luar telanjur masuk.

Dia menjelaskan, dalam upacara hajad dalem Senin pagi ini, selain kerabat ageng Pura, juga diundang tamu dari luar yang keseluruhan diperkirakan 2.000 orang. Dalam upacara yang dirancang sangat sederhana itu, GPH Herwasto Kusumo akan menyuguhkan tarian sakral Bedaya Anglir Mendung.

"Biar tidak mengundang pikiran yang aneh-aneh, Mas. Kan kebetulan Kangjeng Gusti juga nyalon DPD. Lha ini, tudingan-tudingan yang kami hindari, mengapa wisudan kami tiadakan," kata KRMT Tranggono.

Berkait dengan ritual itu pula, Harno AR bersama Suara Merdeka akan menyuguhkan hiburan gratis panggung musik untuk umum di lokasi bekas Mangkunegaran Palace Hotel (MPH) yang sudah diratakan. Parade musik yang akan diramu dengan pentas dangdut OM Ken Dedes (Karanganyar) itu, digelar malam Minggu, 13 Maret.

"Ini bukan apa-apa, sekadar persembahan untuk mangayubagya hajad tingalan wiyosan dalem Gusti Mangku. Sekaligus masih dalam rangka peringatan 1 Sura. Biar ada regeng-regeng (keramaiannya-Red)," tutur Harno, pimpinan Clara Enterprise itu.(won-86s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA