
| Senin, 1 Maret 2004 | Sala |
Kerja Bakti Massal Diliputi Waswas
BOYOLALI- Puluhan penduduk di Desa Klakah dan Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, sejak Sabtu dan Minggu kemarin membersihkan longsoran batu dan pasir di atas jembatan Kali Apu. Batu berukuran besar yang berserakan di atas jembatan disingkirkan atau dipecah agar jembatan bisa dilewati. Kerja bakti massal diliputi waswas karena curah hujan di puncak Gunung Merapi masih tinggi. Karena itu sebagian warga berjaga-jaga di sepanjang Kali Apu dan akan memberikan tanda jika mendadak datang banjir susulan. "Sebenarnya sangat rawan kerja bakti di musim penghujan. Namun harus dilakukan agar jembatan bisa berfungsi sebagaimana mestinya," kata salah seorang warga Desa Klakah, kemarin di sela-sela kesibukannya ikut menyingkirkan batu di atas jembatan Kali Apu. Sebagaimana diberitakan harian ini sebelumya, Gunung Merapi pada Kamis (26/2) pukul 16.02 memuntahkan batu dan pasir. Akibatnya, pagar atau loning jembatan sepanjang 20 meter hancur. Selain itu, hubungan Magelang Boyolali melalui Kecamatan Dukun terputus dan ratusan batang pipa air bersih hanyut. Kali Apu menghubungkan Desa Tlogolele dan Klakah. Dam Penyangga Sementara itu Camat Selo Drs Luwarno dalam laporannya kepada Bupati dr H Djaka Srijanta menyebutkan, selain kerusakan pagar jembatan lahan pertanian, juga dam penyangga utama yang merupakan lubang irigasi retak sekitar 40 cm. Bila penyangga jebol, bangunan dam yang berfungsi sebagai jalan tersebut rawan ambrol. Selain itu, lahan pertanian yang berada di daerah pinggiran Kali Apu rusak diterjang arus banjir. Juga pipa air bersih sepanjang 300 meter dengan ukuran satu dim dan kawat seling (pembungkus pipa-Red) panjang 50 meter di Dukuh Karang, Desa Tlogolele, hanyut terbawa arus. Pipa yang hancur itu semula sebagai sarana untuk mengambil air bersih di kawasan Gunung Merapi. Kerugian kerusakan pipa air bersih diperkirakan Rp 5 juta. Dia mengatakan, kerja bakti membersihkan endapan lumpur dan batu dilakukan secara spontan oleh masyarakat. Saat terjadi bencana banjir tahun lalu, tanpa diminta warga juga kerja bakti. Dalam suasana musim penghujan ini dia minta warga berhati-hati. Jika hujan lebat lebih baik kerja di lahan pertanian ditunda atau dihentikan. (shj-14s) |