
| Senin, 1 Maret 2004 | Liputan Pemilu 2004 |
Penyandang Cacat Tak Bisa Berharap Banyak dari PemiluSEMARANG- Penyandang cacat atau sering disebut dengan different abilities (difable) tak bisa berharap banyak lagi terhadap Pemilu 2004. Itu bila melihat perkembangan terakhir yang terjadi saat ini baik terkait sejumlah pemasalahan yang dialami para penyandang cacat maupun Pemilu 2004. Agung Rejeki Y SPsi dari PPUA Penyandang Cacat 2004 mengemukakan, sejumlah permasalahan menyelimuti para disfable berkaitan dengan pelaksanaan Pemilu 2004. "Antara lain data pemilih penyandang cacat yang kurang akurat," tutur dia saat berbicara dalam pelatihan jurnalistik tentang isu-isu kelompok marginal yang digelar Lembaga Studi Pers dan Informasi (Lespi) di Hotel Siliwangi, Sabtu (28/2). Dia mengungkapkan, kekurangakuratan data tersebut disebabkan oleh ketidakoptimalan petugas dalam bekerja sehingga penyandang cacat hanya terdaftar sebagai pemilih dan bukan pemilih penyandang cacat. Ada juga yang terdaftar sebagai pemilih penyandang cacat, namun tak jelas jenis cacatnya. Penyandang cacat, ungkap Agung, juga mengalami hambatan terkait dengan akses informasi pemilu. Untuk pemilih tunanetra mengalami kesulitan ketika akan mengakses informasi karena semua produk Komisi Pemilihan Umum (KPU) diterbitkan dalam tulisan awas, tidak ada yang dalam huruf Braille. Jika saat ini ada yang dalam bentuk huruf Braille, bukan produk KPU tapi Pokja Visi Anak Bangsa. "Kami bisa mendapatkan lewat Lespi." (G7-58j) |