
| Senin, 1 Maret 2004 | Olahraga |
Tujuh Anggota Panser Biru TerlukaJAKARTA - Tujuh suporter Panser Biru terluka seusai menyaksikan pertandingan PSIS lawan Persija di Stadion Lebak Bulus, sore kemarin. Para anggota Panser Biru itu rata-rata terluka pada bagian kepala dan pelipis mata. Penyebabnya, mereka terkena lemparan batu suporter The Jack Mania. Seorang anggota Panser Biru, Uus Pramudia, bahkan harus dijahit telapak kaki kanannnya. Suporter asal Perumahan Polda Jateng ini terkena pecahan kaca jendela di salah satu bangunan perkantoran Stadion Lebak Bulus. Kaca tersebut pecah akibat aksi brutal suporter tuan rumah. Peristiwa itu terjadi sebelum pertandingan dimulai. Kerusuhan suporter dipicu oleh aksi wasit yang tidak profesional. Gol yang terjadi ke gawang I Komang Putra adalah penyebab insiden itu. Gol yang sangat kontroversial diprotes keras oleh para pemain PSIS. Agung Setyabudi dkk tak bisa menerima gol yang terjadi pada menit ke-77 itu. Penyebabnya, I Komang Putra yang mestinya bebas menangkap bola di depan gawangnya justru disikut oleh De Porras. Penjaga gawang PSIS itu membiarkan MA Chavez menyundul bola. Dia beranggapan wasit Sutiono mengetahui pelanggaran tersebut. Nyatanya, sang pengadil tidak menganulir gol sundulan Chavez. Kejadian inilah yang menyebabkan protesnya anak didik Cornelis Soetadi. Pertandingan terhenti tujuh menit akibat protes Laskar Mahesa Jenar. Pertandingan yang terhenti beberapa saat menyebabkan The Jack Mania yang menguasai Stadion Lebak Bulus melakukan aksi brutal. Mereka melemparkan botol-botol mineral ke arah pemain PSIS. Kubu Mahesa Jenar sempat akan melakukan walk-over. Untung kejadian ini dapat dicegah oleh sejumlah ofisial. Manajer Yoyok Sukawi bahkan masuk lapangan untuk membujuk agar Agung Setyabudi dan kawan-kawan mau melanjutkan pertandingan. Permainan akhirnya tetap berlanjut. Gol kontroversial itu tetap disahkan oleh wasit. Bermain Baik Sebetulnya, permainan Agung Setyabudi cs sangat baik. Mereka menguasai jalannya permainan dari babak pertama hingga kedua. Bahkan, pada menit-menit awal babak pertama, striker Purwanto sempat membahayakan gawang Persija yang dijaga Mukti Ali Raja. Sebaliknya, Persija tampil kurang fight. Serangan-serangan mereka kurang gereget meskipun sesekali aksi Eliw Aiboy membahayakan pertahanan PSIS yang digalang Fofee Camara. Tak heran, hingga turun minum kedudukan tetap tanpa gol. Pada awal babak kedua, Persija harus bermain dengan 10 orang setelah Jet Donal La'ala mendapat kartu merah. Sayang, para pemain PSIS tak bisa memanfaatkan kondisi tersebut. Sebaliknya, bermain dengan sepuluh orang malah membuat permainan Persija bertambah kesetanan. Hasilnya, pada menit ke-77 Chaves berhasil membobol gawang Komang Putra walau sebelumnya terjadi pelanggaran terhadap kiper tim nasional tersebut. Pada menit-menit akhir, pertandingan berlangsung keras. Namun sampai peluit tanda selesai pertandingan dibunyikan kedudukan tetap 1-0 untuk Persija. Suasana tidak kondusif terjadi usai peluit panjang akhir pertandingan ditiup. Beberapa petugas Marinir dan Polri dengan sigap mengamankan wasit yang diburu beberapa pemain PSIS. Suasana di atas tribune yang dihuni penonton juga panas. Sektor barat yang ditempati oleh suporter Panser Biru menjadi ajang empuk lemparan batu dari suporter Persija. Inilah yang menyebabkan beberapa suporter asal Semarang terluka. Suporter PSIS juga terpaksa dikurung petugas keamanan di dalam Stadion Lebak Bulus. Penyebabnya di luar stadion suporter Jack Mania siap melakukan teror fisik terhadap mereka. Petugas mengevakuasi para suporter asal Semarang tersebut ke stasiun kereta api Senen setelah tidak ada adangan dari kubu The Jack Mania. Kekalahan dari Persija nampaknya diratapi benar oleh suporter PSIS dan pemain. Di kamar ganti terlihat Cornelis Soetadi termenung. Dwi Adhi Yuwono bahkan terlihat memukul-mukul almari tempat penyimpanan pakaian ganti, sementara pemain asing mengumpat-umpat kepemimpinan wasit. Beberapa pemain lokal menganggap kalau kemenangan Persija merupakan perbuatan amoral dan perampokan hasil pertandingan. ''Kami tidak kalah. Ini perampokan. Kami menghargai kemenangan kalau dilakukan sportif. Apakah untuk menang harus membayar wasit?'' ujar mereka. Manajer Yoyok Sukawi lewat asistennya juga langsung mengontak Ketua Komdis PSSI Togar Manahan Nero. Kubu PSIS akan mengajukan protes. Kapten tim Agung Setyabudi walau sudah dibujuk oleh Pengawas Pertandingan Munadi tetap tidak mau membubuhkan tanda tangan ke berkas hasil pertandingan. ''Tanda tangan tidak tanda tangan tak ada pengaruhnya. Hasilnya tidak akan berubah. Saya tidak akan tanda tangan,'' ujarnya. (D3,H13-77) |