
| Senin, 1 Maret 2004 | Berita Utama |
Diharapkan Ada Bentuk Kampanye EdukatifSEMARANG- Kampanye partai politik menjelang pencoblosan dalam pemilu diharapkan jauh dari konflik. Sebaliknya, perlu ada kesepahaman dalam menempatkan kampanye yang edukatif bagi rakyat. Hal itu dikatakan Ketua Panitia Pengawas (Panwas) Pemilu Jateng Nur Hidayat Sardini, Minggu (29/2). "Selain itu, diharapkan ada upaya menjunjung tinggi sportivitas dalam berkampanye." Kaitan dengan keinginan tersebut, pihaknya akan menggelar sebuah workshop bertema "Menuju Pemilu 2004 yang Damai dan Adil" di Hotel Graha Santika, Kamis (4/3). Dalam penyelenggaraan kegiatan ini, Panwas Jateng bekerja sama dengan National Democratic Institute (NDI) Indonesia. Kesepahaman dalam menempatkan kampanye sebagai bagian dari pendidikan politik di masyarakat dan jauh dari konflik, ungkap dia, diharapkan merupakan target kegiatan itu. Dia mengungkapkan, dalam hal ini penting untuk memahami perlunya kampanye dilakukan dengan cara yang baik dan beretika. Karena itu, kode etik dalam berkampanye pun perlu dijunjung tinggi sehingga tidak memicu konflik. Dia mengatakan, selain dirinya sejumlah pembicara akan tampil dalam acara tersebut. Mereka yang akan tampil sebagai narasumber, selain dari penyelenggara pemilu juga peserta Pemilu 2004 baik dari partai maupun perseorangan. Yang dari partai diambilkan perwakilan partai yang lolos electoral threshold (ET) pada Pemilu 1999 ataupun partai baru serta partai yang tak lolos ET. Sesuai dengan rencana, jelas dia, pembicara dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng adalah Hasyim Asy'ari. Adapun untuk partai yang lolos ET, Nunik Sriyuningsih dari PDI-P, Soejatno Pedro (Partai Golkar), dan Daromi Irdjas (PPP). Sementara itu, dari partai baru atau partai yang tak lolos ET adalah Muhammad Haris dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Subyakto SH MH (Partai Demokrat). Untuk peserta pemilu perseorangan atau calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jateng diambilkan seorang laki-laki dan seorang lagi perempuan. Dari yang laki-laki Ir H Budi Santoso (Pemimpin Umum Suara Merdeka), sedangkan yang perempuan Dra Hj Nafisah Sahal (istri KH Sahal Mahfudh). (G7-58j) |