logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 1 Maret 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

Jembatan Kartini Segera Dibangun

BALAI KOTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang lebih menitikberatkan penyelesaian pembangunan Jembatan Kartini daripada pembangunan jalan tembus dari jembatan itu ke Jl Gajah Raya. ''Mengenai pembebasan lahan untuk pembangunan jalan dilakukan bertahap menunggu pembangunan jembatan selesai. Pemkot sekarang baru berkonsentrasi pada pembangunan jembatan,'' kata Wali Kota H Sukawi Sutarip SH SE, Jumat (27/2).

Menurut dia, rencana pembangunan jembatan Kartini tidak menghadapi masalah apa pun dan tahun ini mulai dikerjakan.

Persoalan administrasi dari rencana pembangunan jembatan itu sudah selesai. Panjang jembatan 120 meter dan lebar 9 meterdengan kerangka besi yang merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat.

Bagaimana dengan pembebasan tanah untuk pembangunan jalan tembus?

Menurut Sukawi, prinsip Pemkot adalah mengakomodasikan kepentingan masyarakat secara luas. ''Namun kalau masyarakat menghendaki jalan kecil seperti yang sekarang ada ya tidak masalah,'' tuturnya.

Dia menambahkan, Pemkot ingin memberdayakan potensi masyarakat sehingga masyarakat ikut memiliki jembatan itu. ''Misalnya, kalau pelebaran jalan itu masyarakat tidak mau ya tak dipaksa. Tetapi kalau seperti itu berarti mereka tidak ingin maju''.

Pembangunan jembatan Kartini tujuan utamanya untuk mengurangi kemacetan di Jalan Majapahit dan sekaligus membuka akses menuju Masjid Agung Jawa Tengah. ''Kalau jembatan itu selesai dibangun, kemacetan di Jalan Majapahit bisa berkurang 20-30 persen,'' ungkap Agus Harmunanto, Kepala Seksi Lalulintas Dinas Perhubungan Kota.

Kepala Seksi Survei dan Perencanaan DPU Kota Semarang Ir Arif Rudianto menambahkan, dari rencana lebar jembatan 9 meter, dua meter di antaranya untuk trotoar. Masing-masing di sayap kiri dan kanan dengan lebar 1 meter. Nantinya juga dibangun 2 box culvert di bawah jembatan, masing-masing di Jalan Barito dan Jalan Unta Raya. ''Saat ini yang diprioritaskan adalah pembangunan Jembatan Kartini. Sedangkan pembangunan jalan tembus itu termasuk pembebasan tanah sebenarnya program dari Pemerintah Provinsi. Apalagi nantinya jalan itu akan menghubungkan dengan Masjid Agung Jawa Tengah,'' lanjutnya.(G17-63)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA