
| Senin, 1 Maret 2004 | Jawa Tengah - Pantura |
Pecinta Alam Demo ke KPU
KAJEN - Puluhan pecinta alam yang tergabung dalam Pecinta Alam Pekalongan (PAP) dan Forum Komunikasi Pecinta Alam (FKPA), Sabtu lalu (28/2) berdemonstrasi ke Kantor KPU Kabupaten Pekalongan. Mereka mendesak KPU untuk ikut mengawasi caleg yang terlibat dalam perusakan lingkungan. Sampai di Kantor KPU, demonstran yang datang mengendarai sepeda motor langsung membentangkan spanduk berisi tanda tangan dari ribuan pecinta alam (PA) berbagai daerah yang menolak calon legislatif atau pemegang kebijakan pemerintahan yang terlibat dalam perusakan lingkungan. Beberapa wakil demonstran kemudian melakukan negosiasi dengan staf KPU untuk bisa bertemu dan melakukan dialog. Setelah beberapa saat melakukan negosiasi, tiga orang wakil demonstran, yaitu Arifaudin (29), Ludin (30), dan Apgana (25) diterima Ketua Panwas MN Bolotia SH dan Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Usup Sumanang SH. Dalam dialog itu, perwakilan demonstran meminta KPU aktif mendukung gerakan mereka. "Kami di sini ingin menyampaikan hasil sarasehan dan deklarasi para pecinta alam dari berbagai daerah di Gunung Slamet, beberapa hari lalu. Salah satu poinnya adalah menolak caleg yang terlibat dalam perusakan lingkungan," kata Arifaudin. Selain kepada KPU, mereka juga mendesak Panwas, Pemkab, DPRD, dan institusi yang lain untuk serius mendukung penolakan aksi perusakan lingkungan. "Kami sangat prihatin dengan kerusakan hutan yang terjadi di daerah atas," tandasnya. Ketua KPU Kabupaten Pekalongan H Hasan Bisri menyatakan mendukung aksi para pecinta alam itu. Dia berjanji akan menyampaikan aspirasi mereka dalam pertemuan antarparpol agar ditindaklanjuti oleh parpol yang ada di Kota Santri itu. "Gerakan dari teman-teman sangat tepat pada saat kita tengah menyiapkan pemilu. Kami berterima kasih atas respons dari para pemuda untuk ikut menyukseskan pemilu," paparnya. Dicoret Seusai dialog, para wakil pecinta alam kepada wartawan mengaku akan terus melanjutkan aksinya ke beberapa instansi seperti Pemda, DPRD, dan Perhutani. "Kami bahkan akan menyerukan kepada para pengusaha batik dan tekstil agar tidak lagi membuang limbahnya sembarangan," ujar Ludin. KPU dan Panwas, kata dia, diharapkan bisa aktif mendukung gerakan mereka. Jika ada caleg yang terbukti melakukan perusakan lingkungan, dia meminta agar segera dicoret. "Jika caleg yang telah ditetapkan terbukti ada yang terlibat aksi perusakan lingkungan, kami harap KPU bisa mendesak parpol untuk mencoretnya," tegasnya. Setelah menyampaikan aspirasi mereka, para demonstran itu meninggalkan Kantor KPU dengan tertib. Sebelum melakukan aksinya ke Kantor KPU, mereka juga mendatangi Pemkot Pekalongan. Di sana pun mereka menyebarkan selebaran yang berisi ajakan kepada masyarakat untuk bersama-sama menghentikan perusakan lingkungan dan menolak caleg serta pejabat pemerintahan yang terlibat dalam perusakan lingkungan. (G16-17n) |