| INDEKS BERITA HARI INI | Minggu, 29 Februari 2004 |
|
PDI-P Emoh Gandeng Tutut
SEMARANG - Pasangan calon wakil presiden dari PDI-P akan berasal dari partai yang memiliki platform nasional Islam. Namun, PDI-P memastikan tidak akan bergandeng tangan dengan Siti Hardiyanti Indra Rukmana atau Mbak Tutut. Sebab, partai itu dinilai masih menyimpan aspek sejarah yang tak mengenakkan dengan putri sulung mantan penguasa rezim Orde Baru. Tutut dipandang bukan berasal dari partai reformis. |
Beberapa Pejabat Gunakan Fasilitas Negara
SEMARANG- Janji sekaligus instruksi DPD PDI-P Jawa Tengah saat mengumpulkan kader partai, termasuk bupati/ wali kota tampaknya tak terpenuhi. Dalam pertemuan kader partai di GOR Marina, kemarin, banyak pejabat di Jawa Tengah yang ikut acara itu dengan fasilitas negara. |
|
|
PDI-P Gandeng Eks PKI
SEMARANG - Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal eks PKI boleh maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) disambut baik oleh PDI-P. Partai itu memberikan penghormatan kepada siapa pun, baik eks PKI maupun bukan. Wakil Sekretaris DPP PDI-P Pramono Anung menuturkan, eks PKI atau siapa pun yang paling utama PDI-P ingin memberikan penghormatan dan penghargaan yang sama. |
''Cawapres Masih di Kantong Saya''
SALATIGA-Calon presiden (capres) dari Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais tampaknya masih ''malu-malu kucing'' untuk menyebutkan tokoh yang akan digandeng untuk mendampinginya sebagai calon wakil presiden (cawapres). Bila beberapa hari lalu dia disebut-sebut akan duet dengan Tutut, menurutnya, itu hanyalah kesalahan wartawan yang mewawancarainya. |
|
|
Pesangon BPPN Lukai Rasa Keadilan
JAKARTA - Pemberian pesangon karyawan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) senilai Rp 237 miliar yang disebut Presiden Megawati Soekarnoputri sebagai ''jumlah yang wajar'', dinilai telah melukai rasa keadilan masyarakat. |
Kesederhanaan Very Antar Jadi Bintang
JAKARTA-Setelah bertarung selama 70 hari dalam karantina Akademi Fantasi Indosiar (AFI), Very akhirnya mampu menyisihkan dua finalis lain, dan terbukti menjadi yang terbaik. Lelaki sederhana asal Medan itu menjadi bintang, justru berkat kesederhaan yang melekat kuat sebagai ciri khas kesehariannya. |
|
|
''Thek-thekan'' pun Go Public
|
Waspadai Stabilitas Mental Persija
SEMARANG - Kekalahan dari Persikota Kota Tangerang 0-1 dalam lanjutan Kompetisi Liga Bank Mandiri 2004, Rabu lalu, tidak bisa dijadikan ukuran kekuatan Persija Jakarta Pusat sebenarnya, yang menjadi lawan PSIS Semarang sore nanti. |
|
|
AS Bantah Telah Tangkap Usamah
TEHERAN - Departemen Pertahanan AS membantah laporan kantor berita Iran, IRNA, yang menyebutkan pemimpin Al Qaedah Usamah bin Ladin telah tertangkap. IRNA, mengutip berita radio Pashtun, Sabtu kemarin menyatakan suatu sumber yang sangat dipercaya mengatakan Usamah telah ditangkap di Pakistan. |
Antarpetugas Tak Kompak
SOLO-Ketiadaan koordinasi dan hubungan yang harmonis antarpetugas kloter 40 menjadi salah satu penyebab ketidakkompakan rombongan yang membawa 400 haji asal Rembang. |
|
|
Suparjo, Haji dikabarkan Meninggal (Bagian I) Setiap Malam Tahlil, 40 Hari Kematian Dipersiapkan
|
Antara Anak dan Enak
|
|