logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 25 Februari 2004 Olahraga  
Line

Efendi Bawa Sprinter ke Kejuaraan Dunia

SEMARANG- Pelatih atletik jarak pendek Drs Efendi MPd dipercaya oleh PB PASI membawa sprinter Yulia Novita ke Kejuaraan Dunia Atletik indoor, yang akan berlangsung di Budapest Hongaria, 4-7 Maret mendatang.

Novita adalah atlet Pelatnas SEA Games XXII asal Riau, tetapi bersama pelatih Efendi waktu itu gagal berangkat ke Vietnam gara-gara ada pembatasan kuota dari KONI Pusat. ''Terima kasih kepada PB PASI yang masih memperhatikan saya. Mungkin dalam kejuaraan dunia ini, sebagai ganti dari pencoretan saya dan Novita dari Kontingen SEA Games Vietnam,'' jelas Efendi, sore kemarin.

Spriter muda yang mempunyai bakat besar ini adalah satu-satunya atlet PASI, yang akan diberangkatkan ke Budapest. Direncanakan atlet kelahiran 11 Januari 1983 ini hanya turun di nomor 200 meter.

''Dari PB tidak ada target, sifatnya hanya mencari pengalaman saja, karena atlet-atlet top dunia akan turun. Seperti yang terlihat, rekor dunia indoor 22 detik, sedangkan catatan terbaik Novita baru 25,09 detik, sehingga perbedaannya masih terlalu jauh,'' tandasnya.

Dia mengatakan, kejuaraan indoor berbeda dari kejuaraan lapangan terbuka. Indoor hanya mempunyai lingkaran sepanjang 200 meter dengan dua tikungan, sementara lapangan terbuka mempunyai panjang 400 meter dengan empat tikungan, seperti di Lapangan Atletik Madya Senayan.

''Sangat berbeda di lapangan tertutup dan terbuka, terutama pengaruh dari kecepatan angin yang bisa memengaruhi catatan waktu. Makanya, rekor di lapangan tertutup dan terbuka selalu berbeda,'' jelasnya.

Sudah satu bulan ini anak asuhnya diboyong ke Semarang. Dilatih secara khusus di Lapangan Atletik Mugas, dan pada hari-hari tertentu dilatih di lintasan Stadion Jatidiri.

Latihan di Semarang juga sudah mendapat persetujuan dari PB, karena dia sudah terlalu banyak meninggalkan kantor selama persiapan SEA Games XXII, serta sibuk melatih fisik pemain PSIS.

''Alasan yang kami sampaikan ke PB seperti itu, ternyata tidak dipermasalahkan. Novita bisa kami latih di Semarang. Jadi, kepercayaan ini kami anggap suatu penghargaan, yang harus kami jalani sepenuh hati,'' katanya.(C16-57t)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA