logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 25 Februari 2004 Olahraga  
Line

Perselisihan Kahn-Lehmann, Ujian Voeller

BERLIN - Pelatih tim nasional (timnas) Jerman Rudi Voeller sadar dia beruntung punya pilihan soal kiper. Namun mempunyai dua kiper kelas dunia, Oliver Kahn dan Jens Lehmann, ternyata juga menimbulkan masalah. Voeller akan bertindak selaku jurudamai di antara kedua penjaga gawang itu yang jarang bicara satu sama lain.

Voeller ditekan agar mengambil tindakan terhadap Lehmann yang secara terbuka mengatakan, dia seharusnya menjadi nomor satu dan komentarnya yang kontroversial tentang gaya hidup Kahn. Pelatih berambut ikal itu berencana segera ke London untuk berbicara dengan kiper Arsenal itu.

''Saya merasa ada yang keliru, tetapi saya berharap tak akan terjadi hal seperti itu,'' tegas Voeller.

''Saya akan lakukan apa yang saya anggap benar. Saya tak akan membiarkan emosi menjadikan saya buta. Saya akan berbicara dengan Lehmann tentang situasi itu dengan tenang dan jelas.''

Lehmann memunculkan masalah itu ke permukaan dalam wawancara dengan majalah sepak bola Jerman Kicker, pekan lalu. Dia menyatakan lebih konsisten daripada Kahn musim ini.

Sejak bergabung dengan Arsenal dari Borussia Dortmund Juli tahun lalu, Lehmann yang berusia 34 tahun tampil mantap. Sementara Kahn dari Bayern Munich yang juga berusia 34 tahun, melakukan satu atau dua kali kesalahan.

''Saya pikir berdasarkan cara Lehmann bermain, Anda akan menganggap dia benar,'' ujar pelatih Arsenal Arsene Wenger.

Wenger lantas menambahkan, ''Saya menghormati Oliver Kahn, tetapi saya juga menghargai orang yang ingin menjadi yang terbaik dan Lehmann ingin menjadi seperti itu. Terserah pada Voeller, apakah dia akan memberinya peluang atau tidak.''

Pilihan Pertama

Kahn, pemain terbaik FIFA di Piala Dunia 2002, adalah kapten Jerman dan merupakan pilihan pertama selama enam tahun dengan 66 kali tampil dalam pertandingan internasional. Sementara Lehmann baru 16 kali tampil dalam pertandingan internasional setelah bertahun-tahun frustrasi.

Lehmann tanpa tedeng aling-aling menunjukkan buruknya hubungan dia dengan Kahn.

''Saya tak tahu, seharusnya kami berkomunikasi,'' tutur Lehmann ketika ditanya mengapa dia tak saling menegur dengan Kahn. ''Saya tak punya pacar berusia 24 tahun. Gaya hidup saya berbeda.''

Lehmnann menunjuk kasus perselingkuhan Kahn dengan pelayan bar Munich yang dimulai ketika istrinya sedang hamil dan menjadi berita utama pers Jerman selama berminggu-minggu.

''Saya benar-benar terusik dengan komentar Lehmann,'' ujar Kahn yang berniat akan bermain hingga putaran final Piala Dunia 2006 di Jerman.

Setelah kejadian itu Lehmann minta maaf dengan mengatakan, dia seharusnya tak mencampuri kehidupan pribadi Kahn, tetapi dampak buruknya sudah terjadi.

''Pernyataan Lehmann tak kooperatif dan berselera rendah,'' kata Franz Beckenbauer, tokoh sepak bola paling dihromati di Jerman yang juga Ketua Bayern.

''Rudi Voeller harus menyelesaikan hal ini dengan hati-hati dan wajar,'' tambahnya.

Kejadian seperti itu sudah sangat biasa bagi Beckenbauer yang menjadi pelatih Jerman ketika dia menghadapi situasi serupa pada final Piala Dunia 1986 di Meksiko. Harald (Toni) Schumacher ketika itu menjadi kiper nomor satu Jerman dengan Uli Stein sebagai cadangan. Stein yang frustrasi membuat pernyataan menyerang dan kemudian dipulangkan Beckenbauer.

Kahn menjadi kiper nomor dua Jerman bertahun-tahun dan harus menunggu sampai Andreas Koepke mundur setelah Piala Dunia 1998 di Prancis.

Yang membuat Lehmann kecewa adalah kenyataan dia dianggap terlalu tua untuk pada waktunya menerima tongkat estafet dari Kahn saat dia mengakhiri karier internasionalnya. (rtr,A7-59)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA