logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 25 Februari 2004 Olahraga  
Line

Wasit Beres Bertugas, Persib Beri Hadiah

BANDUNG-Persib Bandung mengikuti jejak Persebaya Surabaya. Mereka juga menyediakan hadiah Rp 25 juta kepada wasit yang dinilai adil dalam memimpin pertandingan.

Wasit yang mendapat poin sangat buruk dalam penilaian, akan direkomendasikan kepada PSSI untuk dipensiunkan. "Kami mengikuti kompetisi dengan menggunakan dana miliaran rupiah. Masak itu harus dirusak oleh ulah segelintir orang," kata Ketua Harian Edi Siswadi usai menggelar "Evaluasi 8 Kali Laga Persib", baru-baru ini, di Bandung.

Menurut Edi, penderitaan Persib karena sikap sang pengadil tak hanya dirasakan saat bermain tandang. "Di kandang pun kami dikerjai. Apa karena niat kami yang ingin bermain fair play, menang secara beretika, mendapat perlawanan?" katanya.

"Karena terus terang saja, secara teknis kami sangat siap meladeni permainan dari seluruh peserta kompetisi. Tapi jika kesiapan itu dibandingkan dengan keberpihakan wasit yang mencapai 80 persen ke tuan rumah, kami bisa berbuat apa?"

Dalam pandangannya, keluhan tentang kepemimpinan wasit sudah harus dihentikan. Lebih baik semua pihak menggelar solusi yang lebih riil. "Anggap saja langkah kami dan Persebaya ini sebagai sebuah sentuhan moral. Kita ingin kenyamanan bersepak bola," katanya.

Proses penilaian, menurut rencana diserahkan kepada wartawan peliput Persib atau pihak yang dinilai berkompeten dalam bidang ini. Yang dinilai tak hanya partai-partai kandang Persib, tapi juga saat Maung Bandung melawat ke luar kota.

Tetap Melatih

Dari evaluasi tersebut, keluar jaminan dari pengurus terhadap kelangsungan karier pelatih Juan Antonio Paez. "Dia akan tetap menukangi tim ini hingga akhir musim. Posisinya aman-aman saja," kata Edi.

Jaminan dikeluarkan menyusul badai kritikan dari insan sepakbola Bandung setelah dua kali kekalahan saat tur ke belahan timur Indonesia. Julio Lopez dkk kalah 0-3 dari PSM dan ditundukkan Persipura 1-3. Kini, juara KLI satu itu berada di posisi lima besar dengan nilai 12.

"Boleh-boleh saja mengkritik, bekomentar, tapi hendaknya jangan sampai melemahkan semangat tim. Jangan terlalu cepat memvonis, toh ini baru 8 kali bertanding dan prestasinya nggak jelek-jelek amat. Jangan terkesan mau mengudeta," tuturnya.

Paez pun sudah gerah. Dia merasa ada upaya sistematis yang dilancarkan pihak-pihak yang tidak senang akan kiprahnya melatih tim, termasuk memindahkan mes pemain tanpa berkoordinasi dengannya Senin lalu.

"Mereka menyuruh orang lain untuk melakukannya. Saya jelas tidak suka," katanya. Komentar yang bermunculan di antaranya menyorot keberanian Paez dalam menyusun formasi pada tandang serta kinerja pemain pilihannya. Juga ada kritik, Paez terkesan dimanja manajemen.(dwi-22t)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA