logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 25 Februari 2004 Olahraga  
Line

Targetkan Poin di Dua Partai Sisa

BANDA ACEH - Kekalahan menyakitkan Persijap Jepara dari dua tim Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), membuat Hery Setyawan dan kawan-kawan semakin berat untuk memenuhi target minimal membawa pulang enam poin dalam lawatan ke Sumatera.

Mereka sebelumnya harus menelan pil pahit dalam dua kali main di kandang lawan. Saat duel dengan PSBL Langsa (Aceh Timur) 18 Februari lalu menyerah kalah 1-4. Kemudian kekalahan kembali mereka alami saat bertarung lawan Persiraja di Stadion Lampineung Banda Aceh pada 23 Februari lalu dengan skor 0-2.

Tim pelatih, ofisial, dan pemain sebelumnya optimistis mampu meraih angka dari PSBL, setidaknya satu poin. Namun, justru kekalahan telak yang didapat. Padahal kualitas tim Langsa berada jauh di bawah anak-anak asuhan Pelatih Kepala Eddy Santoso.

Saat itu, permainan Laskar Kalinyamat sama sekali tidak seperti biasanya. Faktor nonteknis kemudian terungkap sehari kemudian, mengapa bentuk dan kualitas permainan mereka jauh di bawah form. Semua pemain, kecuali kapten tim Hery Setyawan, mengaku grogi melihat banyaknya tentara di mana-mana serta cerita mengenai konflik saat baru masuk Kota Langsa.

Namun, kekalahan dari Persiraja toh tetap terjadi, meski anak-anak Jepara sudah mampu tidak melihat banyaknya tentara berseliweran di jalan sebagai faktor yang membuat mereka grogi saat merumput. Rupanya saat menjamu Persijap itulah tim Banda Aceh yang dikomandani Irwansyah bangkit. Sebab sebelumnya mereka kalah 0-1 dari PSIM dan ditahan imbang Persekad Depok.

Tim Kota Ukir yang hingga kemarin masih berada di Hotel Paviliun Seulawah Banda Aceh, harus menghadapi dua sisa pertandingan dalam turnya pada lanjutan kompetisi Divisi I PSSI wilayah barat. Tanggal 27 Februari lusa mereka akan menantang tuan rumah PSSB Bireun, dan duel dengan PSDS Deli Serdang di Lubukpakam, Sumatera Utara pada 3 Maret.

Asisten Pelatih Jamaluddin Malik mengatakan, dalam upayanya merebut poin dari dua sisa pertandingan tandang di Aceh dan Sumut, anak-anak asuhannya dipastikan hanya akan mengandalkan serangan balik. "Pemilihan strategi itu setelah mencermati pengalaman selama ini, yakni wasit lebih sering memihak dan membantu tuan rumah," ujarnya.

Ia mencontohkan, dalam bertarung dengan Persiraja, mestinya pasukan Jepara memiliki beberapa peluang emas. Tetapi, peluang di daerah jantung lawan tersebut akhirnya tak berarti apa-apa karena pengadil pertandingan menyemprit terjadi pelanggaran. "Beberapa kali begitu terus," tandasnya.

Menurutnya, menghadapi PSSB Biruen pada 27 Februari nanti, Persijap akan memenuhi lapangan tengah. "Dari situlah, satu persatu barisan ujung tombak kita akan muncul dan menusuk ke daerah pertahanan lawan," tuturnya. (yit-77)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA