
| Rabu, 25 Februari 2004 | Semarang & Sekitarnya |
"Kapan Semarang Punya Bus Sekolah?"SEMARANG- "Pak Wali, bagaimana kalau Pemkot Semarang menyediakan bus sekolah untuk para pelajar. Soalnya kami selama ini merasa mendapat perlakuan diskriminatif oleh para sopir angkot, gara-gara hanya membayar separo saat berangkat dan pulang sekolah," kata Priharunita, siswi SMA Muhammadiyah 1 Semarang. Dia mengungkapkan hal itu saat dialog interaktif dengan Wali Kota H Sukawi Sutarip dan keluarga besar sekolah tersebut di Jl Tentara Pelajar 91, Selasa (24/2). Mendengar lontaran itu Sukawi langsung menjawab, usulan mengenai bus sekolah saat ini sedang digodok Pemkot, tetapi jika nanti terlaksana akan diprioritaskan pada sekolah-sekolah yang lokasinya jauh dari jalan raya. Seperti SMK 10, SMA 11, dan SMA 16. "Untuk memenuhi seluruh sekolah di Kota Semarang, Pemkot belum mampu," tandas Sukawi. Priharunita hanya satu di antara beberapa siswa yang dengan antusias melontarkan pertanyaan dan masukan kepada Wali Kota. Siswa lainnya, Citra, meminta solusi Pemkot dalam mengatasi permasalahan anak jalanan di Semarang. Menurut dia, keberadaan mereka mengganggu keindahan dan ketertiban kota. Pemkot seharusnya punya langkah konkret untuk mengatasinya. Menurut Sukawi, untuk mengatasi masalah itu idealnya menggunakan model house parent, melalui orang tua asuh. Bukan dengan memberikan fasilitas yang berlebihan kepada mereka. "Itu tidak mendidik," katanya. Berbagai permasalahan sosial yang terjadi di Semarang seperti tawuran pelajar, ciblek di Simpanglima, sampah, penghijauan kota, dan kemacetan lalu lintas juga menjadi topik dialog yang dilontarkan siswa lain di sekolah itu. Selain berdialog dengan siswa, Wali Kota juga menandatangani prasasti kenang-kenangan, dilanjutkan dengan penyerahan buku Memimpin Semarang di Era Otonomi kepada Kepala SMA Muhammadiyah 1 Drs Muhammad Damiri. Wali Kota juga memberikan bantuan uang tunai Rp 10 juta. Hadir dalam kesempatan tersebut Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Semarang Dr H Sofa Chasani SpPD KGH, Ketua Dewan Pendidikan Kota Semarang Prof Dr H Rasdi Ekosiswojo MSc, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Drs Sujoko, dan Wakil Ketua Komisi E DPRD Kota Semarang F Jawadi Herisuprapto. (roe-83k) |