logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 25 Februari 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

PNS Bunuh Diri di Kantornya

SEMARANG TENGAH- Roy Leonardo (26), pegawai negeri sipil (PNS) di Kantor Pelayanan Pajak Semarang Timur Jl Ki Mangunsarkoro 34 ditemukan tewas tergantung di kantornya, Selasa (24/2) sekitar pukul 13.00.

Lelaki yang tinggal di Jl Ketileng Indah Blok E itu diduga bunuh diri. Sejauh ini motifnya belum diketahui persis, namun informasi menyebabkan Roy depresi lantaran sakit atau memikirkan masalah yang berat.

Akan tetapi ada sejumlah kejanggalan yang memunculkan spekulasi bahwa dia dibunuh seseorang. Guna memastikan penyebab kematian korban, polisi terus menyelidiki kasus itu. Hingga kemarin petang sejumlah saksi masih dimintai keterangan di Polwiltabes.

Keterangan yang dihimpun menyebutkan, Roy diduga bunuh diri dengan cara gantung diri menggunakan kabel listrik yang terjulur dari langit-langit ruangan bekas musala di lantai tiga. Dia ditemukan kali pertama oleh rekan sekantornya, Tomi.

Sebelum kejadian itu, menurut Tomi, dia ditelepon istri Roy yang mengatakan mereka sudah janjian untuk makan bersama. Akan tetapi Roy tidak datang. Istri Roy kemudian meminta tolong Tomi untuk mencari suaminya.

Roy, menurut Tomi, ditemukan sudah meninggal dunia dengan tubuh tergantung di ruangan lantai tiga. Tomi memanggil beberapa temannya, lalu mereka bersama-sama melepaskan ikatan kabel yang melilit di leher dan membaringkan jenazah di lantai.

Beberapa kejanggalan yang mengemuka antara lain karena para saksi tidak segera melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Mereka membawa jenazah Roy terlebih dahulu ke RS Roemani, kemudian ke kamar mayat RS Dr Kariadi, dan setelah itu baru melapor ke Polwiltabes. Akibatnya, polisi kesulitan saat hendak melakukan olah tempat kejadian perkara.

Keanehan lain menyangkut posisi mayat dan tempat gantung diri. Kabel listrik yang digunakan gantung diri terjulur dari eternit setinggi sekitar tiga meter, namun di dalam ruangan itu tidak ada benda yang bisa dipakai Roy untuk memanjat dan menjeratkan kabel ke lehernya.

Hanya ada kayu setinggi sekitar 10 cm yang berada persis di bawah kabel. Menurut seorang saksi, hampir mustahil Roy dapat menjangkau kabel yang cukup tinggi itu lalu gantung diri.

Di sisi lain, para karyawan dan pimpinan di kantor tersebut terlihat berupaya menutup-nutupi kasus itu. Mereka enggan menjawab saat ditanya. Wartawan yang hendak meliput kejadian itu pun tidak diperbolehkan masuk dan mengambil gambar.

Meski muncul berbagai spekulasi, namun polisi tetap berkeyakinan bahwa Roy meninggal karena gantung diri. Menurut Kasat Reskrim Polwiltabes Kompol Wagisan, tidak ada tanda-tanda penganiayaan di tubuh almarhum. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, Roy nekat mengakhiri hidupnya diduga akibat stres.

Dia diketahui menderita suatu penyakit berat. Selasa kemarin merupakan hari pertamanya masuk kerja setelah izin beberapa hari lantaran sakit dan dirawat di rumah sakit. Informasi lain menyebutkan, depresi yang dialami Roy karena dia dibelit masalah keuangan yang cukup pelik. "Kami masih menyelidiki, mana di antara penyebab itu yang menyebabkan dia nekat bunuh diri," kata Wagisan.

Soal tindakan teman-teman dan atasan Roy yang terlambat melapor ke polisi, menurut Wagisan, hal itu kemungkinan karena mereka panik sehingga terburu-buru.

Seorang penyidik mengatakan, ada informasi dari pihak keluarga yang mengatakan, malam sebelum kejadian Roy juga berusaha bunuh diri di rumahnya, namun dapat dicegah. (G3-83)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA