
| Rabu, 25 Februari 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Salatiga Kekurangan 360 Kotak SuaraSALATIGA - Pada Pemilu 2004, total jumlah pemilih di Kota Salatiga mencapai 117.490 orang. Untuk itu, KPU akan menyediakan 495 tempat penampungan suara (TPS) di empat daerah pemilihan (DP) se-Salatiga. Oleh karena itu, KPU membutuhkan 1.972 kotak suara. Saat ini baru tersedia 1.612 kotak suara. Kotak itu merupakan bantuan dari masyarakat Jepang. ''Beberapa hari lalu, kami mengirimkan surat ke KPU Pusat melalui KPU Jateng agar segera ditambah kekurangannya sebanyak 360 kotak,'' kata anggota KPU M Fauzi SAg kepada Suara Merdeka, Selasa (24/2), di sela-sela simulasi pemungutan suara Pemilu 2004 di halaman balai kota setempat. Simulasi dibuka oleh Wakil Wali Kota, John Manuel Manoppo SH. Hadir pula Sekda Drs Sutedjo MSi, Dandim 0714 Salatiga Letkol Inf Bambang Satmoko, Kajari Manahan Hutabarat SH, Kapolres AKBP Drs Wanto Sumardi, para camat dan pimpinan parpol serta undangan lainnya. Lima Bilik Pada simulasi tersebut, KPU memeragakan jalannya pemberian suara kelak. Untuk itu, KPU mengundang sepuluh orang untuk memberikan suaranya. Antara lain Sutedjo dan istri, John Manoppo dan Istri, Manahan Hutabarat, serta empat camat. Sepuluh pemberi suara tersebut rata-rata memerlukan waktu 7,5 menit. Waktu itu hanya dipergunakan sejak membuka empat lembar kartu suara, pencoblosan hingga melipatnya kembali. Waktu pendaftaran, berjalan menuju ke bilik, dan memasukkan kartu suara, tidak dihitung. Kelak, pemungutan suara dimulai pukul 07.00 dan harus berakhir pukul 13.00. Agar waktu yang disediakan cukup, setiap TPS disediakan lima bilik suara. Namun sayang, pada kesempatan itu panitia tidak mengundang beberapa warga yang kebetulan mempunyai cacat tubuh atau orang sakit. John Manuel Manoppo mengatakan, agar Pemilu 2004 di Kota Salatiga dapat berjalan lancar, diharapkan KPU melakukan simulasi yang terus-menerus. (A2-45n) |