
| Rabu, 25 Februari 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Kabupaten dan Kota Perlu Database PendidikanUNGARAN- Ketua Forum Komunikasi Dewan Pendidikan (FKDP) Kabupaten dan Kota Jateng Drs Ir Suminto MSc mengatakan, sudah saat setiap daerah memiliki data dasar (database) pendidikan. Sebab, pengembangan dan pembangunan pendidikan di daerah selama ini hanya untuk mengatasi permasalahan sesaat dan bukan berkesinambungan. Suminto yang juga Ketua Laboratorium Perikanan dan Pesisir Undip tersebut mengemukakan hal tersebut menanggapi desakan dosen Unnes Prof Dr Mungin Eddy Wibowo MPd yang menghendaki setiap daerah memetakan pendidikan (SM 19/2). Database, ujar dia, sangat berkait erat dengan pemetaan sehingga pengambangan pendidikan dapat dilakukan secara matang dan akurat. Banyak kabupaten dan kota yang tidak mengetahui pasti berapa kekurangan tenaga pendidik di daerahnya, sehingga acap terdengar ada daerah kekurangan guru namun ada pula daerah yang berlebihan tenaga guru. Rencana strategis (renstra) pendidikan di daerah, lanjut dia, hendaknya mengacu pada database. Khusus di Kabupaten Semarang, menurut dosen S3 lulusan Jepang tersebut, kini sudah dalam tahapan pengumpulan. ''Pemberian beasiswa tahun ini direncanakan sudah mengunakan database. Jangan sampai siswa yang berhak mendapatkan beasiswa justru tidak mendapatkan,'' tegasnya. Komite Sekolah Dia mengemukakan, peran Komite Sekolah (KS) masih beraneka ragam, ada yang sudah memiliki visi ke depan sehingga kepala sekolah dan guru keponthal-ponthal, tetapi tidak sedikit KS yang merupakan pergantian nama dari BP3. Dia berpandangan, dengan adanya KS sesungguhnya tugas kepala sekolah dan guru menjadi ringan. Namun, tidak sedikit kepala sekolah yang dalam melaksanakan tugasnya merasa ''dimata-matai'' KS. ''Yang lebih memprihatinkan lagi, ada kepala Dinas Pendidikan kecamatan yang belum memaknai fungsi dan tugas KS. Saya minta pro-kontra mengenai lembaga baru ini segera diakhiri untuk bersama sama membangun pendidikan di daerah,'' tandasnya.(C17-63j) |