logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 25 Februari 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

Warga Keluhkan Limbah PT Apac Inti

  • Pihak Perusahaan Menyangkal

UNGARAN -Warga RT 4, 5, 6 dan 7 di lingkungan RW 7 Kelurahan Harjosari, Bawen, Kabupaten Semarang akhir-akhir ini mengeluhkan bau tak sedap yang diduga berasal dari limbah PT Apac Inti Corpora.

Selain itu, warga juga merasakan ada perubahan warna air, sehingga mereka harus membeli air bersih untuk kebutuhan minum sehari-hari.

''Saya nggak berani memakai air sumur untuk memasak, sebab takut tercemar limbah pabrik. Tidak hanya itu, air untuk cuci pakaian juga tidak bersih, seperti ada noda kehitam-hitaman,'' kata Ny Zulekha (35), warga RT 7 RW 7 yang rumahnya tak jauh dari pabrik penghasil benang tersebut.

Dia juga mengeluhkan bau tak sedap pada malam hari sekitar pukul 21.00. Apalagi jika habis turun hujan, bau itu sangat menyengat. Diduga, bau itu berasal dari pembakaran sisa limbah yang sengaja dilakukan pada malam hari.

''Saya sering jengkel, sebab bau itu tidak hilang-hilang. Akibatnya, saya dan anak-anak sering sulit tidur,'' tuturnya.

Warga lain bernama Joko (30) juga mengeluhkan hal yang serupa. Dia mengatakan, bau limbah itu terkadang membuat pusing kepala. Karena itu, pada jam pembakaran limbah, dia harus menutup hidung dengan sapu tangan.

''Hampir setiap malam saya merasakan bau tak sedap. Dulu ketika awal-awal perusahaan berdiri, tidak pernah seperti itu. Saya merasakan ini sekitar satu tahunan,'' ungkapnya.

Pengurus RW 7 yang tidak mau disebutkan identitasnya mengaku telah menerima laporan dari warga. Untuk menindaklajuti hal itu, warga sepakat membentuk Forum Warga Harjosari (FWH). Tugas forum itu, melaporkan kondisi warga Kelurahan Harjosari kepada DPRD Kabupaten Semarang.

''Warga sudah tiga kali datang ke Dewan untuk melaporkan kasus pencemaran itu, tetapi tidak ditindaklanjuti. Warga minta Dewan membantu menyelesaikan kasus tersebut,'' paparnya.

Karena kurang mendapat respons, lanjut dia, forum kemudian melakukan audiensi dengan Bapedalda Kabupaten Semarang. Warga bahkan mendatangi kantor tersebut, tetapi lagi-lagi hasilnya kurang memuaskan.

''Setelah dicek di lokasi, petugas Bapedalda ngomong kalau daerah ini tidak tercemar. Padahal, setiap hari warga mencium bau tak sedap, dan air sumur menjadi keruh,'' katanya.

Pengawasan

Corporate Affair Division Manager PT Apac Inti Corpora H Agung Wahono menyangkal limbah perusahaan telah mencemari sumur dan udara di sekitar pabrik. Selama ini, pihaknya melakukan pengawasan ekstraketat terhadap peralatan pengolah limbah tersebut. Bahkan, peralatan itu setiap jam dicek oleh petugas, sehingga kalau ada kebocoran akan segera diketahui.

''Peralatan pengolah limbah kami sesuai dengan standar baku mutu. Kalau ada pencemaran akibat kebocoran peralatan, tentu kami kena teguran dari pihak terkait seperti Bapedalda,'' jelasnya.

Mengenai tudingan pabriknya membakar limbah pada malam hari, dia menjelaskan selama 24 jam pihaknya melakukan pengeringan lumpur dengan alat insenlator, jadi bukan membakar limbah. (D14-45k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA