logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 25 Februari 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

Preman Akan Diajak Menjaga Keamanan

  • Pernah Dilakukan di johar

SEMARANG- Pemkot akan merangkul para preman pasar, termasuk di Karangayu. Mereka nanti dibina dan diajak membantu pemerintah menjaga keamanan dan ketertiban.

Hal itu dikemukakan Wali Kota H Sukawi Sutarip SH SE, Selasa (24/2), setelah dialog interaktif di SMP dan SMA Muhammadiyah Mrican, Jalan Tentara Pelajar.

Tentang preman di Pasar Karangayu, dia mengaku belum tahu jika di tempat tersebut ada 10 preman, apalagi mereka sampai ''menguasai'' lahan-lahan yang semestinya bisa jadi tempat parkir. Pemkot tak akan mempermasalahkan keberadaan mereka, sebaliknya preman-preman itu akan diminta membantu menjaga keamanan dan ketertiban.

Cara pembinaan seperti itu, menurutnya, kadang justu lebih bermafaat. Pembinaan preman pernah dilakukan di Pasar Johar. Hasilnya, pasar lama di Kota Semarang itu ternyata bisa lebih aman. Awalnya Pemkot memang membayar mereka, sesuai dengan perjanjian yang dibuat sebelumnya. Setelah masa perjanjian itu berakhir, ternyata pedagang mau menggunakan jasa mereka. ''Namun, saya minta para preman itu tetap tidak boleh melanggar aturan-aturan yang berlaku,'' tegas Wali Kota.

Seperti diberitakan, upaya Pemkot menata becak dan parkir di Jalan Jenderal Soedirman, tepatnya di depan Pasar Karangayu, menghadapi kendala akibat keberadaan preman di lokasi tersebut. Mereka ''menguasai'' lahan kosong di sekitar pasar itu yang semestinya bisa dimanfaatkan untuk tempat parkir dan pangkalan becak.

Soal masalah gerakan disiplin lalu lintas, dia pernah berencana memimpin sendiri penertiban lalu lintas di depan Pasar Karangayu. Namun, jika Dinas Perhubungan Kota Semarang sudah mampu, rencana itu tidak jadi dilakukan.

Beli Lahan

Pemkot juga berencana membeli lahan seluas lebih kurang 5.000 m2 di belakang Pasar Karangayu untuk pengembangan pasar dan menambah tempat dasaran, sehingga nanti semua pedagang bisa masuk dan lahan di depan pasar bisa menjadi tempat parkir. Jika rencana itu terealisasi, akan bisa mengurangi kesemrawutan di Jalan Jenderal Soedirman.

Dia menyatakan, belum tahu kapan pelaksanaan rencana itu karena masih harus menunggu ketersediaan pemilik lahan. Seandainya pemiliknya mau, tanah itu kemungkinan akan dibeli satu atau dua tahun lagi.

Penambahan tempat dasaran merupakan konsekuensi peningkatan jumlah pedagang. Hal itu merupakan indikasi positif, karena berarti roda perekonomian terus berjalan.

''Untuk selanjutnya jika akan membangun pasar, harus ada lahan yang luas untuk mengantisipasi pertumbuhan pedagang,'' ujarnya. (G6-83k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA