logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 25 Februari 2004 Internasional  
Line

Dugaan KKN Perusahaan Cheney Disidik

WASHINGTON - Pentagon (Departemen Pertahanan AS) kemarin mulai menyidik tuduhan KKN terhadap sebuah unit usaha Halliburton Co, milik Wakil Presiden AS Dick Cheney.

Tudingan KKN itu termasuk kemungkinan meninggikan harga BBM yang dijual kepada Irak. Anak perusahaan yang diinvestigasi tersebut adalah Kellogg Brown and Root (KBR).

Kellog, yang tercatat sebagai kontraktor terbesar militer AS di Irak, telah menjadi bulan-bulanan kritik kubu Demokrat sepanjang kampanye pemilihan presiden tahun ini.

''Dinas Investigasi Kriminal Departemen Pertahanan sedang melakukan investigasi atas tudingan KKN oleh KBR, termasuk meninggikan harga jual BBM kepada Bagdad oleh sebuah subkontraktor KBR,'' kata seorang jubir Pentagon.

Wendy Hall, wanita jubir Halliburton, mengatakan perusahaan itu belum menerima pemberitahuan tentang penyidikan atas dugaan KKN itu. Ditambahkan, sangatlah penting memahami ''perbedaan antara fakta dan sangkaan''.

''Dalam suasana politik seperti sekarang, hal semacam itu sudah diduga bakal terjadi,'' kata Hall, mengacu pada perkembangan terakhir. ''Fakta menunjukkan KBR menyerahkan BBM kepada Irak dengan nilai tertinggi, harga terbaik, dan syarat-syarat terbaik pula,'' tambahnya.

Belum ada komentar dari Gedung Putih. Halliburton, perusahaan minyak yang berbasis di Houston, Texas, menangani kontrak senilai delapan miliar dolar AS (sekitar Rp 70 triliun) di Irak.

Pekerjaan yang ditangani meliputi bebagai hal, termasuk mencuci pakaian tentara AS yang bertugas di Irak, membangunan pangkalan-pangkalan militer, dan membantu membangun kembali industri minyak Irak.

Kontrak-kontrak tersebut mendapat kritikan tajam dari kubu Demokrat, mengingat KBR punya kaitan dengan Cheney, yang memimpin Halliburton dari 1995 sampai 2000.

Kampanye Iklan

Kasus meninggikan harga BBM mula-mula muncul dalan suatu rancangan audit oleh militer AS pada tahun lalu, setelah ditemukan bukti-bukti perusahaan itu kemungkinan telah meninggikan harga BBM - yang dimasukkan ke Irak oleh sebuah subkontraktor Kuwait - setidaknya 61 juta dolar AS.

Sangkaan yang sedang disidik itu disebutkan dalam suatu referensi tertanggal 13 Januari 2004 kepada Irjen Badan Audit Kontrak Pertahanan, kata Hall.

Pada Senin waktu Washington, Halliburton melancarkan kampanye iklan baru untuk menunjukkan pekerjaannya di Irak berjalan mulus dan tanpa cacat. Iklan itu juga bertujuan ''meluruskan pernyataan-pernyataan miring selama kampanye pemilihan presiden 2004''.

Di samping investigasi yang dilakukan Pentagon, penyidikan juga sedang dilakukan oleh Departemen Keuangan, Departemen Kehakiman, dan Komisi Valas dan Sekuritas.

Yang dibidik adalah, mulai dari dugaan Halliburton terlibat bermacam KKN di Nigeria sampai melakukan kegiatan di Iran melalui anak perusahannya di luar negeri.

Berdasarkan keputusan Pemerintah AS pada masa Presiden Bill Clinton, semua perusahaan AS dilarang berbisnis di Iran. Keputusan tersebut belum dicabut hingga sejauh ini. Halliburton bersikukuh, semua kegiatan bisnisnya tidak melanggar UU dan hukum AS. (rtr-ed-30)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA