logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 25 Februari 2004 Internasional  
Line

Korut Sedia Bekukan Semua Program Nuklir

TRIPOLI - Badan pengawas nuklir PBB memperkirakan program senjata nuklir Libia akan dilucuti Juni mendatang. Sementara itu, ada kecurigaan mendalam bahwa Iran punya program bom atom rahasia sejenis.

Mohamed ElBaradei, kepala Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), Senin lalu mendesak negara-negara yang dicurigai punya proyek-proyek nuklir yang sama, seperti Iran dan Korut, agar mengikuti langkah-langkah Libia.

''Apa yang saya anjurkan di mana saja saya berada adalah transparansi dan kerja sama penuh,'' kata ElBaradei kepada wartawan. Dia menambahkan para pejabat tinggi Libia telah menegaskan komitmen mereka untuk melucuti senjata.

ElBaradei mengatakan, dia berharap dapat menghentikan sama sekali program nuklir Tripoli pada Juni mendatang.

''Kami akan melakukan segala daya untuk menyelesaikan masalah ini sampai Juni mendatang,'' katanya, setelah bertemu dengan Matoug M Matoug, wakil PM Libia bidang program nuklir.

Harian Washington Post kemarin melaporkan, tim inspeksi senjata IAEA di Iran telah menemukan suatu zat, polonium, yang dapat digunakan untuk memulai rantai reaksi peledakan nuklir. Koran itu mengatakan, Iran telah melakukan uji coba dengan polonium ''beberapa waktu lalu''.

Lobi Utusan Dewan

Bersamaan dengan penemuan baru-baru ini tentang desain, komponen, dan beberapa alat sentrifugal ''P2'', yang dapat digunakan untuk memproduksi uranium dengan tingkat yang bisa difungsikan sebagai bahan pembuat senjata, penemuan polonium tersebut tampaknya akan meragukan pernyataan Iran bahwa ia tidak pernah berusaha membuat senjata nuklir.

Para diplomat di Wina mengatakan kepada Reuters bahwa para pejabat Iran telah melobi utusan-utusan dewan pelaksana IAEA tersebut - yang akan bertemu 8 Maret guna membahas Iran dan Libia - untuk menghapus isu nuklir Teheran dari agenda sidang dewan IAEA itu Juni mendatang.

ElBaradei kemarin bertemu Menlu Libia Mohamed Abderrhmane Chalgam untuk membahas langkah-langkah pelucutan senjata lebih lanjut, sebelum kembali ke markas IAEA di Wina.

Beberapa diplomat Barat mengatakan, keterbukaan Libia pada badan nuklir PBB itu sangat berbeda dari sikap Teheran yang enggan bekerja sama, sejak satu kelompok oposisi menyatakan Iran menyembunyikan fasilitas uranium diperkaya berskala besar di Natanz.

''Kami ingin melihat Iran menunjukkan sikap kerja sama aktif seperti yang diperlihatkan Libia,'' kata seorang diplomat.

IAEA akan menyiarkan laporan tentang program nuklir Iran pekan ini.

Sikap Iran

Menurut para diplomat, laporan itu akan mencantumkan sejumlah sikap Iran tidak mengungkapkan teknologi nuklir sensitif dan riset yang berkaitan dengan program senjata.

IAEA mulai memeriksa program nuklir Libia Desember lalu, setelah Tripoli setuju menghentikan program senjata rahasia nuklir, kimia, dan kuman.

Dari Kuala Lumpur, PM Abdullah Badawi, kemarin mengatakan, para pejabat IAEA mungkin akan menginspeksi sebuah perusahaan Malaysia sebagai bagian dari investigasi mengenai perdagangan komponen nuklir Pakistan dan uranium ilegal. (rtr-ben-46)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA