logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 25 Februari 2004 Internasional  
Line

Konservatif Menangi Pemilu Iran

TEHERAN - Kubu konservatif Iran mengalahkan reformis, lawan politik mereka, di parlemen dengan meraih mayoritas di majelis yang terdiri atas 290 kursi tersebut, lapor kantor berita resmi IRNA kemarin.

Hasil itu membuat Presiden Mohammad Khatami (berhaluan moderat) dan kabinetnya menjadi satu-satunya kubu reformis yang masih memegang jabatan.

Khatami bakal menghadapi parlemen yang bermusuhan dan tidak menunjukkan dukungan terhadap perjuangan selama tujuh tahun untuk mereformasi Republik Islam yang berusia 25 tahun tersebut.

Kantor berita IRNA melaporkan, 20 kandidat konservatif telah memperoleh cukup suara di kotak-kotak pemungutan suara yang sejauh ini dihitung di Teheran, untuk menduduki kursi parlemen. Mereka akan menambah 129 kursi yang telah diraih konservatif di seantero negara produsen minyak yang berpenduduk 66 juta jiwa tersebut.

''Berkaitan dengan suara yang telah dihitung, 20 caleg pertama dari Aliansi untuk Kemajuan Islam Iran sejauh ini telah memenuhi syarat-syarat yang dibutuhkan untuk duduk di parlemen,'' kata Gholamreza Godini, pejabat pemilihan Iran, seperti dikutip IRNA.

Kubu reformis yang kalah mengatakan pemilu tersebut berlangsung tak adil, setelah 12 anggota garis keras Dewan Pengawal melarang sekitar 2.500 kandidat mereka dalam pemilu Jumat lalu. Reformis sejauh ini hanya memenangi 40 kursi, dibandingkan dengan sekitar 190 kursi di parlemen sebelumnya.

Mundur Mei

Wakil-wakil rakyat yang masih menjabat akan mundur pada akhir Mei.

Kubu independen meraih 30 kursi, lima kursi disediakan untuk wakil-wakil minoritas Kristen, Yahudi, dan penganut Zoroastrian, sedangkan 10 kursi Teheran lainnya belum diketahui akan diraih oleh siapa, karena penghitungan suara masih berlangsung di ibu kota Iran tersebut.

Pemilu tersebut ditunda di Bam akibat gempa bumi dahsyat Desember lalu, dan 55 kursi akan diperebutkan kembali karena tidak ada kandidat yang memenangi lebih dari 25 persen suara.

Lima wanita sejauh ini telah terpilih menjadi wakil rakyat. Di parlemen sebelumnya, 13 kursi direbut oleh perempuan.

Lebih sedikit warga Iran yang diperkirakan bergabung dengan boikot yang digalang oleh partai reformis pimpinan adik Khatami. Tingkat partisipasi warga Iran dalam pemilu kali ini diperkirakan lebih dari 50 persen.

Banyak warga Iran dikecewakan oleh kegagalan Khatami menata perekonomian atau menghadapi kaum garis keras, dan melakukan perubahan.

Uni Eropa mengungkapkan ''penyesalan dan kekecewaan yang mendalam karena sejumlah besar kandidat tidak boleh mencalonkan diri'', dalam suatu pernyataan yang diperoleh Reuters Senin lalu.(rtr-ben-46)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA