logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 25 Februari 2004 Ekonomi  
Line

Permintaan Kredit Pegadaian Tinggi

SEMARANG- Sejumlah kantor cabang pegadaian di Kota Semarang, Senin (24/2) kemarin kembali diserbu nasabahnya yang membutuhkan dana segar.

Transaksi yang dilakukan nasabah pegadaian lebih didominasi oleh pengajuan kredit atau permintaan dana, dibandingkan dengan pelunasan kredit atau pengambilan barang jaminan.

Berdasarkan pantauan Suara Merdeka di beberapa kantor cabang pegadaian yang ada di Kota Semarang, seperti di Cabang Poncol, Cabang Depok, dan Cabang Karangturi terlihat banyaknya antrean anggota masyarakat yang membutuhkan dana. Meskipun terjadi antrean nasabah, kondisi tersebut tidak berlangsung lama karena langsung dilayani petugas.

Kepala Pegadaian Cabang Karangturi Sugeng Arianto dan Kepala Pegadaian Cabang Poncol Suranto BA membenarkan terjadinya peningkatan jumlah nasabah yang datang untuk mengajukan kredit. Namun peningkatan itu, tidak membuat panik para petugas.

Sugeng Arianto mengatakan, permintaan kredit atau permintaan dana nasabah masih mewarnai transaksi di kantornya. Aktivitas pelunasan kredit nasabah terhitung masih rendah, lebih kurang 10% dibandingkan dengan transaksi permintaan kredit.

''Tingginya permintaan kredit menunjukkan, kebutuhan masyarakat untuk konsumsi rumah tangga sangat tinggi. Meskipun demikian, pihaknya akan melayani semua nasabah yang datang sesuai dengan komitmen kantor pegadaian,'' ungkap dia.

Sejak awal Februari, papar Sugeng, jaminan yang digadaikan nasabah untuk mengambil kredit 85% terdiri atas perhiasan emas. Adapun 15% sisanya, terdiri atas barang jaminan dalam bentuk peralatan elektronik dan motor.

Emas Naik

Menurut Sugeng, penguatan harga emas membuat nasabah lebih memilih menggadaikan emas daripada barang jaminan lainnya. Sebab dengan semakin tingginya harga emas, taksiran nilai yang diperoleh nasabah juga semakin tinggi.

Dia mencontohkan, ketika harga emas Rp 90.000/gram, untuk emas 24 karat harga taksirannya Rp 70.000 hingga Rp 80.000. Adapun ketika harga emas Rp 107.000/gram seperti pada saat ini, taksiran nilai yang diperoleh nasabah mulai dari Rp 90.000 hingga Rp 100.000.

Sugeng mengungkapkan, untuk 2004 omzet kantor pegadaiannya ditargetkan Rp 24 miliar, atau dalam setiap bulan minimal dapat memperoleh Rp 2 miliar. Pada Januari kemarin, omzet kantornya Rp 2,5 miliar, dengan omzet rata-rata per hari Rp 100 juta. Diperkirakan, hari kemarin omzet lebih dari Rp 110 juta.

Sementara itu, Kepala Pegadaian Cabang Poncol Suranto BA mengatakan, terjadinya peningkatan permintaan kredit mengakibatkan omzet hari kemarin Rp 125 juta. Pihaknya juga tetap akan melayani nasabah yang mengajukan kredit dalam jumlah berapa pun. Adapun barang berharga yang menjadi jaminan nasabahnya terdiri atas 82% perhiasan emas, dan 18% sisanya merupakan alat elektronik dan kendaraan bermotor.

Adapun suku bunga pinjaman yang diterapkan kepada nasabah 1,125% (15 hari) atau maksimal 9% (4 bulan), dengan pinjaman mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 150.000 (golongan A). Sedangkan untuk pinjaman mulai Rp 151.000 hingga Rp 200 juta (golongan B, C, D), suku bunga yang diterapkan 1,625% (15 hari) atau maksimal 13% (4 bulan). (H2-82j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA