logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 25 Februari 2004 Ekonomi  
Line

Kekuatan Bisnis Ada dalam Cinta

SEMARANG-Persaingan bisnis yang ketat untuk memperebutkan pasar ternyata tidak harus dihadapi dengan cara yang ''keras'' pula. Sebuah kekuatan bisnis ternyata ada dalam cinta. Menjalankan bisnis yang dilandasi cinta kasih ini memiliki ''kans'' lebih besar untuk meraih simpati pasar daripada harus bersaingan dengan cara saling menjatuhkan.

Demikian antara lain yang diungkap Pakar Marketing Hermawan Kartajaya yang juga (President of MarkPlus&Co dan Presiden World Marketing Association) dalam 'MarkPlus Forum ke-26,' di Hotel Grand Candi, semalam. Kali ini topik yang diangkat berjudul ''Love is The Killer App: Why You Must Play Like A Man and Win Like A Woman''.

Markplus Forum semalam dikemas dalam nuansa entertainment yang mengesankan dengan dimeriahkan fashion show bertema valentine dari Mahkota Wedding & Enet Organizer.

Tak lupa, sebelum menyampaikan presentasi, Hermawan menyanyikan lagu ''Kisah Kasih di Sekolah'' yang memiliki kaitan dengan tema yang akan dibawakan, yakni soal Cinta.

Hermawan menyatakan, bisnis dengan mengandalkan senjata pamungkas bernama cinta memang bertentangan dengan peta persaingan bisnis saat ini. Sekarang ini pun perusahaan-perusahaan ''bertarung'' merebut konsumen yang menjadi sasaran pemasaran dengan hanya dijejali dengan produk.

Mereka belum melirik bagaimana melihat cinta ternyata bisa menjadi sebuah ''senjata'' yang lebih tajam daripada iklan atau promosi lainnya.

Cara mengimplementasikan cinta ke dalam sebuah sikap bisnis adalah dengan memberi perhatian secara pribadi (dengan dasar cinta kasih).

Menurut Hermawan dengan cara compassion, bisa membuat hubungan bisnis lebih maju selangkah. Artinya, bila segala sesuatu didasari dengan cinta yang tulus maka akan membantu perusahaan tumbuh berkembang lebih kuat, demikian pula dengan karir seseorang ke depan. ''Orang atau rekan bisnis kita akan merasa puas dan diri kita akan merasa enjoy melakukan setiap aktivitas bisnis. Hal-hal demikian tentu akan membantu mengerjakan segala sesuatu menjadi ringan tapi hasilnya maksimal,'' tandas dia.

Hermawan memberikan contoh-contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari bagaimana cinta bisa memberikan perspektif yang lebih maju di tengah iklim bisnis yang kini telah berubah.

Misalnya saja, dimulai dari memperlihatkan performance diri dengan tersenyum kepada setiap orang, membangun jaringan dengan hati yang bersih dan aktif mencari peluang dengam membuka sebuah percakapan secara ramah.

Hermawan juga mengupas konsep terbaru dalam dunia bisnis ini dikembangkan lebih lanjut oleh Tim Sanders dan Gail Evans.

Tim Sanders, Chief Solutions Officer di Yahoo memperkenalkan sebuah istilah baru dalam bisnis yang disebut ''lovecat''. Sedangkan Gail Evans, executive vice president dari CNN dalam bukunya lebih banyak membuka rahasia kesuksesan dan mengajarkan kepada wanita di seluruh tingkatan organisasi bagaimana memainkan ''permainan bisnis'' ini bagi keuntungan mereka.

''Bisnis sebenarnya adalah sebuah permainan, dan tentu saja semua ingin memenangkan permainan itu. Yang perlu diingat adalah pemenang utama permainan ini adalah orang-orang yang mencintai apa yang ia kerjakan dan memahami aturan-aturan secara baik.'' (G2-82)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA