logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 25 Februari 2004 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

Perlu Beberapa Pekan untuk Temukan Sumber Pencemaran Sumur

PURWOKERTO-Tim khusus Pemkab Banyumas yang bertugas menangani sumur penduduk yang tercemar minyak di Desa Sidamulya Kecamatan Kemranjen masih melakukan penelitian terhadap sampel air. Untuk mengetahui hasilnya, diperlukan waktu beberapa pekan.

''Tim yang terdiri atas beberapa dinas telah mengambil sampel air sumur, baik pada sumur yang tercemar minyak maupun yang tidak. Langkah ini diambil untuk mengetahui secara pasti jenis minyak yang mencemari sumur,'' kata Sekda Banyumas Singgih Wiranto SH didampingi Kabag Pengendalian Pembangunan Ir Didi Rudwianto SH MSi, Selasa (24/2) kemarin.

Singgih menjelaskan, Pemkab kini mengambil alih persoalan tercemarnya sumur di Desa Sidamulya. Sebab, setelah dilakukan penggalian pipa Pertamina yang semula diduga sebagai penyebab pencemaran, hasilnya ternyata pipa BBM tidak bocor.

Setelah dipastikan pencemaran bukan akibat kebocoran pipa BBM milik Pertamina, Pemkab Banyumas menurunkan tim yang terdiri atas Kantor Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, Dinas Pertambangan dan Energi, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Kepala Kantor Lingkungan Hidup Iskandar Arifin MSc mengungkapkan, anggota tim yang turun ke lokasi sudah mengambil beberapa sampel air dari sumur penduduk. Sampel air sumur akan diteliti di laboratorium untuk mengetahui jenis minyaknya.

Kalau hasil penelitian dianggap belum akurat, lanjut Didi, tim akan bekerja sama dengan pihak UGM dan Pertamina untuk melakukan penelitian lebih lanjut guna memastikan jenis minyak yang mencemari sumur warga, sekaligus meneliti asal-usulnya.

Didi menandaskan, bila memang pencemaran itu bukan akibat kebocoran pipa BBM, tidak menutup kemungkinan minyak yang merembes ke dalam sumur penduduk berasal dari limbah industri.

Sebab, di sekitar sumur milik Sunu dan Suparno yang tercemar minyak, ada beberapa usaha industri kecil. Salah satunya adalah pembuatan makanan ringan yang setiap hari membutuhkan minyak tanah satu drum.

Saat ini dua sumur yang tercemar minyak sudah diamankan dan tidak boleh digunakan lebih dahulu. Dalam jangka satu minggu akan diamati terus. Kegiatan industri makanan ringan yang menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakarnya di lokasi itu selama seminggu diminta berhenti dulu. (G23-81k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA